Jumat, Oktober 2, 2026
spot_img
spot_img
spot_imgspot_img

Top News

Nasional

Kriminal

Jadi Pelaksana Pekerjaan, Tak Seorang pun P2SP Tampak di Lokasi Pembangunan SDN Mekarsari Tanggulun Timur

spot_img

Reportika.id || Subang, Jabar – Program Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun 2026 oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dilaksanakan lewat Aplikasi Usulan Revitalisasi untuk memperbaiki sarana dan prasarana sekolah di seluruh Indonesia.

 

Detail Utama Program Revitalisasi 2026

 

  • Landasan & Tujuan: Mandat Inpres No. 7/2025 dan PHTC untuk memenuhi fasilitas belajar yang layak, aman, dan nyaman.
  • Mekanisme Pengusulan: Dilakukan secara digital oleh pemerintah daerah dan satuan pendidikan melalui Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan dengan melampirkan data dukung seperti foto kerusakan bergeotagging.
  • Skema Pelaksanaan: Menggunakan sistem swakelola oleh masing-masing satuan pendidikan yang juga berdampak pada penyerapan tenaga kerja lokal.
  • Fasilitas Tambahan: Selain perbaikan fisik bangunan, beberapa wilayah mendapatkan penunjang digitalisasi seperti papan interaktif digital (Interactive Flat Panel) .
Baca Juga  SMSI Lubuklinggau Audiensi ke Dandim 0406, Perkuat Sinergi Media dan TNI ‎

Salah satu yang mendapatkan program revitalisasi adalan SD Negri Mekarsari Desa Tanggulun Timur Kecamatàn Kalijati Kabupaten Subang.

 

Jum,at 2 Oktober 2026, Awak media menyambangi pekerjaan revitalisasi tersebut, dan tertera di papan informasi proyek. Tertulis nama kegiatan bantuan pemerintah revitalisasi satuan pendidikan tahun 2026, pekerjaan revitalisasi pendidikan (SD), dana bantuan Rp.855.362.100,00, sumber dana APBN tahun 2026, pelaksana Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP), waktu pelaksanaan 120 hari kalender.

Wartawan di lokasi tak bertemu seorang pun dengan P2SP baik dengan pengawas, dan tidak ada buku tamu.

Baca Juga  Postingan Medsos Tantangan yang Diduga Milik Adik Walikota Padang Sidempuan Dihapus

 

Pantauan dilapangan terlihat pekerja tak memakai APD, diduga pekerja tak didaptarkan program asuransi ketenagakerjaan, bekas bongkaran bangunan lama tak dibatasi oleh rambu-rambu pengamanan (safety line) untuk mencegah orang memasuki area berbahaya, dan diduga memakai bahan-bahan material harga lebih murah, diduga pekerjaan tak sesuai spesifikasi.

 

“P2SP tidak ada, nomor telepon nya saya tidak punya, pekerja 4 orang sini sisanya orang Subang, APD hanya diberi rompi dan helm saja, diasuransikan tidak nya saya tidak tahu, saya kerja harian dibayar Rp.160 ribu per hari, pekerjaan ini sudah hampir satu bulan,” kata salah satu pekerja.

Baca Juga  Dari Lapak Sampah ke Balai Desa, Surya Buktikan Keraguan Warga dengan Kemenangan di Pilkades Mekarwangi

 

Sampai berita ini terbit wartawan belum berhasil mengkonfirmasi P2SP pekerjaan revitalisasi SD Negri Mekarsari Tanggulun Timur.

 

Redaksi menjunjung tinggi kode etik jurnalistik, dan membuka ruang bagi pihak yang terkait untuk memberikan klarifikasi atau hak jawab, pada pemberitaan berikutnya.

 

 

Winata

Artikel Lainnya

Peristiwa

Daerah