Reportika.id || Kota Bekasi – Aktivitas penambalan jalan di kawasan Jalan Bintara, Kecamatan Bekasi Barat, tepatnya di area sambungan jembatan atas Tol Lingkar Luar Jakarta, menuai perhatian warga, Sabtu (9/5/2026).
Tim URC Si Tambal dari Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi terlihat tetap melakukan pengaspalan meski kondisi permukaan jalan masih basah setelah diguyur hujan. Material hotmix langsung ditebar ke titik jalan rusak, sementara beberapa bagian lokasi pekerjaan masih tampak tergenang air.
Di tengah lalu lintas kendaraan yang padat, petugas melakukan perataan material secara manual sebelum dipadatkan menggunakan alat berat roller ban karet.
Situasi ini memunculkan pertanyaan dari masyarakat terkait kualitas hasil tambalan yang dikerjakan dalam kondisi jalan lembap. Sebab dalam proses pengaspalan, kondisi permukaan jalan diketahui menjadi faktor penting untuk menentukan daya rekat dan ketahanan material hotmix.

Publik pun mempertanyakan apakah pekerjaan tersebut sudah melalui prosedur teknis yang sesuai, termasuk soal metode pengeringan area tambalan, standar pengawasan kualitas pekerjaan, hingga seberapa lama tambalan tersebut dapat bertahan.
Kepala UPTD DBMSDA Kecamatan Bekasi Barat, Edi Tarigan, menyebut pekerjaan dilakukan setelah hujan reda dan proses persiapan sebelumnya sudah lebih dulu dilakukan.
“Memang dikerjakan habis hujan, tapi saat pelaksanaan sudah tidak hujan lagi,” ujarnya saat dikonfirmasi wartawan.
Meski begitu, hingga kini belum ada penjelasan resmi lebih lanjut terkait standar teknis maupun jaminan mutu pekerjaan yang dilakukan pada kondisi jalan basah tersebut.
Program URC Si Tambal sendiri diketahui merupakan langkah cepat Pemkot Bekasi untuk menangani jalan berlubang yang membahayakan pengendara.
Namun masyarakat berharap perbaikan yang dilakukan tidak hanya cepat dikerjakan, tetapi juga memiliki kualitas yang baik agar tidak mudah rusak kembali.
Sul




