Sabtu, Agustus 15, 2026
spot_img
spot_img
spot_imgspot_img

Top News

Nasional

Kriminal

300 KK Langganan Terendam, Bekasi Utara Pangkas Birokrasi Penanganan Banjir Lewat SAHABAT UTARA

spot_img

Reportika.id || Kota Bekasi — Pemerintah Kecamatan Bekasi Utara meluncurkan SAHABAT UTARA (Sistem Antisipasi Hadapi Banjir Terpadu Kecamatan Bekasi Utara) sebagai upaya mempercepat penanganan banjir sekaligus memangkas rantai birokrasi dalam kondisi darurat.

 

Peluncuran sistem tersebut berlangsung di Ballroom Jayawijaya Wisma BSI Kaliabang,.Jalan Lingkar Utara Nomor 8, Kelurahan Perwira, Kecamatan Bekasi Utara, Kamis (13/8/2026).

 

Program yang mengusung tema “Dalam Rangka Transformasi Tata Kelola Tanggap Bencana Berbasis Partisipatif Masyarakat” itu dihadiri Sekretaris Kecamatan Bekasi Utara Ahmad Apandi, Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Kota Bekasi Ester S.MT., perwakilan lurah, serta unsur RT dan RW.

 

Salah satu wilayah yang menjadi perhatian utama dalam program ini adalah Kampung Lebak, Kelurahan Teluk Pucung. Di kawasan tersebut, sedikitnya dua RT, yakni RT 006/RW 002 dan RT 007/RW 002, menjadi wilayah yang paling sering terdampak banjir kiriman.

 

Jumlah warga yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar 300 kepala keluarga (KK) setiap kali banjir kiriman terjadi.

 

Sekretaris Kecamatan Bekasi Utara sekaligus Project Leader SAHABAT UTARA, Ahmad Apandi, mengatakan inovasi tersebut lahir dari persoalan lambannya penyampaian informasi saat banjir terjadi.

 

Menurut dia, persoalan utama bukan hanya genangan air, tetapi hilangnya waktu emas atau golden time untuk melakukan evakuasi.

 

“Masalah utama yang kita hadapi bukan sekadar air, melainkan hilangnya golden time untuk evakuasi,” kata Ahmad dalam paparannya.

 

Ia menjelaskan, selama ini informasi kebencanaan masih banyak disampaikan secara manual melalui komunikasi berjenjang. Kondisi tersebut dinilai berisiko menimbulkan keterlambatan dan ketidaksamaan data di lapangan.

Baca Juga  Proyek Rp1,79 Miliar di SDN Jatikramat I Disorot, Safety Net Belum Terpasang Saat Siswa Masih Belajar

 

SAHABAT UTARA kemudian dirancang sebagai dasbor pusat kendali yang mengintegrasikan laporan masyarakat dengan koordinasi aparat secara real-time.

 

Sistem tersebut memanfaatkan CCTV di titik rawan banjir, data kerentanan wilayah, serta laporan masyarakat untuk membantu pemerintah mengambil keputusan secara lebih cepat.

 

“Dengan adanya inovasi ini, mudah-mudahan tata kelola yang tadinya manual bisa menjadi lebih cepat, responsif, dan berbasis data,” ujar Ahmad.

 

Dalam mekanismenya, masyarakat nantinya dapat melaporkan kondisi banjir, jumlah pengungsi, hingga kebutuhan mendesak melalui sistem berbasis web.

 

Akses pelaporan diberikan kepada ketua RT, ketua RW, serta petugas pemantauan di kelurahan. Informasi yang masuk akan langsung terlihat dalam sistem komando sehingga kebutuhan warga dapat segera dipetakan.

 

Ahmad menyebut mekanisme tersebut diharapkan dapat memangkas proses birokrasi yang selama ini harus melalui RT, RW, kelurahan hingga kecamatan sebelum diteruskan kepada instansi terkait.

Launching Sistem penanganan Banjir Bekasi Utara

“Jadi enggak harus usulan dari RT, RW, kelurahan, kecamatan baru kita ke sana. Langsung dari masyarakat yang kita berikan akses di aplikasinya,” jelasnya.

 

Akan Diintegrasikan dengan e-Basoka

Untuk tahap awal, SAHABAT UTARA masih menggunakan platform berbasis web. Ke depan, sistem tersebut direncanakan diintegrasikan dengan e-Basoka, sistem yang digunakan Dinas Sosial Kota Bekasi dalam penanganan bantuan sosial kedaruratan.

 

Ahmad mengatakan integrasi tersebut menjadi bagian dari rencana pengembangan jangka menengah dan panjang.

Baca Juga  Kontraktor Pelaksana Kegiatan di SDN Fajar Subang, Diduga Abaikan Keselamatan Pekerja

 

“Kita akan integrasikan antara e-Basoka dan SAHABAT UTARA yang ada di kecamatan,” ujarnya.

 

Sementara itu, Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Kota Bekasi, Ester S.MT., menyambut baik pengembangan sistem tersebut.

 

Menurut Ester, integrasi SAHABAT UTARA dengan e-Basoka dapat mempercepat respons terhadap laporan bencana yang masuk dari masyarakat.

 

“Dengan adanya sistem SAHABAT UTARA ini, kami bisa langsung menanggapinya dalam hitungan menit,” kata Ester.

 

Ia menjelaskan, e-Basoka selama ini digunakan untuk mendukung penanganan bantuan kedaruratan, terutama setelah terjadi bencana. Dengan adanya SAHABAT UTARA, informasi mengenai lokasi dan kondisi bencana diharapkan dapat diterima lebih cepat.

 

“SAHABAT UTARA selain pendataan juga mempercepat pemberitahuan bahwa di titik ini ada bencana. Kalau bantuan di wilayah tidak ada, bisa langsung berkolaborasi dengan kami dan dipadukan dengan e-Basoka,” jelasnya.

 

Warga Sebut Komunikasi Selama Ini Jadi Kendala

 

Ketua RW 002 Kelurahan Teluk Pucung, Ahmad Febri, mengaku menyambut baik peluncuran SAHABAT UTARA.

 

Ia mengatakan sistem tersebut dapat membantu warga dalam proses pelaporan, evakuasi, hingga penyaluran bantuan ketika banjir melanda wilayahnya.

 

Febri menyebut sebelum sistem tersebut diluncurkan, salah satu kendala yang sering dihadapi adalah kebingungan mengenai jalur komunikasi dan pelaporan saat kondisi darurat.

 

“Ketika terjadi banjir, sebelum ada SAHABAT UTARA, ada keterlambatan dan kebingungan dalam hal komunikasi. Laporan pengungsi juga sangat minim,” ungkap Febri.

 

Baca Juga  Polresta Deli Serdang Bekuk Dua orang Pengedar Narkoba di Pagar Merbau

Meski demikian, warga bersama pengurus RW selama ini tetap melakukan evakuasi secara manual dengan mendatangi rumah-rumah warga atau door to door ketika banjir terjadi.

 

Ia berharap kehadiran SAHABAT UTARA dapat membuat proses evakuasi dan penyaluran bantuan menjadi lebih cepat serta tepat sasaran, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia dan warga yang mengungsi.

 

“Harapannya, sistem ini bisa membantu proses evakuasi dan pemberian bantuan agar lebih tepat sasaran,” ujarnya.

 

Tiga Tahap Pengembangan

 

Ahmad memaparkan, implementasi SAHABAT UTARA dilakukan secara bertahap.

 

Pada tahap jangka pendek, Agustus hingga Oktober 2026, pemerintah akan membentuk tim efektif, menyempurnakan dasbor serta menjalankan proyek percontohan di RW 002 Kampung Lebak.

 

Tahap jangka menengah selama dua hingga enam bulan berikutnya diarahkan untuk mereplikasi sistem ke lima RW lain yang rawan banjir di Kelurahan Teluk Pucung.

 

Sedangkan dalam jangka panjang, sistem ditargetkan diperluas ke seluruh kelurahan di Kecamatan Bekasi Utara dan diintegrasikan secara permanen dengan website resmi kecamatan.

 

Ahmad menegaskan SAHABAT UTARA tidak hanya ditujukan sebagai sebuah platform teknologi, tetapi juga sebagai perubahan pola kerja dalam menghadapi bencana.

 

“SAHABAT UTARA bukan sekadar aplikasi, melainkan transformasi budaya kerja untuk memastikan tidak ada lagi warga yang kehilangan nyawa atau harta benda akibat keterlambatan informasi,” tegasnya.

 

Program tersebut merupakan bagian dari Proyek Perubahan (Proper) Diklat PIM III yang digagas Ahmad Apandi sebagai Project Leader.

 

Sul

Artikel Lainnya

Peristiwa

Daerah