Reportika.id || Kota Bekasi — Kematian Mashuri, warga sekaligus pekerja pengurus salah satu perusahaan otobus (PO) di Terminal Induk Kota Bekasi, memicu sorotan terhadap kondisi fasilitas dan pengelolaan terminal.
Aliansi Rakyat Bekasi (ARB) menilai minimnya penerangan di sejumlah area terminal patut diperiksa karena diduga turut menjadi faktor dalam tragedi yang menewaskan Mashuri.
Peristiwa yang merenggut nyawa Mashuri terjadi pada Minggu (06/09/2026) malam. Kasus tersebut kemudian menjadi perhatian ARB yang mempertanyakan kondisi fasilitas keselamatan di lingkungan terminal.
Ketua Umum ARB M Latief mengatakan, sejumlah lampu penerangan di area Terminal Induk Kota Bekasi disebut tidak berfungsi dan belum mendapat perbaikan. Kondisi tersebut, menurut dia, berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan, khususnya pada malam hari.
“Minimnya fasilitas penerangan di area Terminal Induk Kota Bekasi. Banyak lampu penerangan yang mati di area terminal dan tidak pernah diganti,” kata Latief kepada awak media, Kamis (24/09/2026).
Latief menilai kondisi tersebut perlu menjadi bahan evaluasi serius bagi Dinas Perhubungan Kota Bekasi. Ia mempertanyakan pengelolaan fasilitas terminal, terlebih aktivitas operasional berlangsung setiap hari dan melibatkan banyak pekerja maupun pengguna jasa.
“Ini bentuk kelalaian Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi dan jajarannya yang minim perhatian terhadap lingkup kerjanya. Akibat minimnya fasilitas yang memadai, harus memakan korban jiwa,” ujar Latief.
Ia juga menyoroti kewajiban pembayaran retribusi oleh para pengurus maupun pengelola bus kepada pemerintah daerah. Menurutnya, pembayaran retribusi semestinya berjalan seiring dengan penyediaan fasilitas terminal yang layak dan menunjang keselamatan.
Atas peristiwa tersebut, ARB mendesak Wali Kota Bekasi mengevaluasi jajaran Dinas Perhubungan, termasuk Kepala Dinas Perhubungan Zeno Bachtiar, Kepala Bidang Terminal, serta Koordinator Terminal Induk Kota Bekasi.
“Kinerja Kepala Dinas Perhubungan Zeno Bachtiar, Kepala Bidang Terminal dan Koordinator Terminal Induk Kota Bekasi kita pertanyakan,” tegasnya.
ARB juga berencana menggelar aksi massa sebagai bentuk kritik terhadap pengelolaan Terminal Induk Kota Bekasi sekaligus meminta penjelasan pemerintah daerah mengenai kondisi fasilitas keselamatan di lokasi.
“Mungkin pekan depan kita akan aksi massa turun ke jalan menuju Kantor Wali Kota Bekasi dan Kantor Dinas Perhubungan Kota Bekasi. Kami mendesak dan mempertanyakan kinerja serta evaluasi Kadishub beserta jajarannya,” kata Latief.
Hingga berita ini disusun, pernyataan dari Dinas Perhubungan Kota Bekasi maupun pihak terkait mengenai kondisi penerangan terminal dan kronologi lengkap kecelakaan yang menewaskan Mashuri belum dicantumkan dalam informasi yang tersedia.
Sul




