Reportika.id || Salah satu tokoh muda yang turut menyuarakan sikap tersebut adalah Muhammad Indra Sahputra, putra asli kelahiran Kota Binjai. Ia menyampaikan keprihatinan mendalam sekaligus mengutuk keras maraknya peredaran narkotika yang dinilai telah merusak masa depan generasi muda dan mengancam keamanan masyarakat.
“Saya, Muhammad Indra Sahputra, sebagai putra asli kelahiran Kota Binjai, mengutuk keras segala bentuk peredaran narkoba yang telah merusak masa depan generasi muda. Binjai tidak boleh dikenal sebagai tempat berkembangnya jaringan narkotika. Kami mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut setiap informasi yang berkembang secara profesional, transparan, dan tanpa pandang bulu. Jika terdapat pihak yang terbukti terlibat, maka harus diproses sesuai hukum yang berlaku,” Jelasnya.
Ia menegaskan bahwa pemberantasan narkotika bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum, tetapi juga merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat untuk menyelamatkan generasi bangsa dari ancaman narkoba.
GMPK menyatakan bahwa aksi yang akan dilaksanakan bukan untuk menghakimi siapa pun, melainkan mendorong aparat penegak hukum agar menindaklanjuti berbagai informasi dan keresahan masyarakat melalui proses penyelidikan yang objektif, profesional, dan sesuai ketentuan hukum.
Dalam Rencana aksi tersebut, GMPK akan mendesak Kapolda Sumatera Utara agar mengusut tuntas dugaan keberadaan barak narkoba di Binjai Timur, memberantas jaringan peredaran narkotika hingga ke akar-akarnya, serta menindak setiap pihak yang terbukti melakukan tindak pidana narkotika sesuai peraturan perundang-undangan.
GMPK berharap langkah tegas aparat penegak hukum dapat mengembalikan rasa aman masyarakat dan memastikan Kota Binjai terbebas dari ancaman peredaran narkoba.
“Perangi Narkoba, Selamatkan Generasi Bangsa.”
Gerakan Mahasiswa Pelajar Kebangsaan (GMPK)
Ran




