Reportika.id || Kabupaten Bekasi — Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau yang kembali meningkat menjadi perhatian masyarakat. Di tengah kondisi tersebut, Barisan Bang Alpian mengambil langkah konkret dengan membagikan masker kepada warga yang tetap menjalankan aktivitas di luar rumah.
Masker dibagikan kepada sejumlah kelompok masyarakat, mulai dari anak-anak, orang dewasa, pekerja hingga pengendara sepeda motor yang melintas dan berangkat bekerja.
Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat, khususnya menghadapi kemungkinan paparan abu vulkanik yang dapat mengganggu saluran pernapasan.
Bang Alpian mengatakan, penggunaan masker merupakan langkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat untuk mengurangi risiko ketika harus beraktivitas di luar ruangan.
“Masker ini kami bagikan untuk siapa saja. Anak-anak, orang dewasa, maupun masyarakat yang setiap pagi berangkat bekerja menggunakan kendaraan. Kita ingin sama-sama menjaga kesehatan dan saling peduli,” ujar Bang Alpian.
Menurutnya, kepedulian kepada masyarakat tidak cukup hanya melalui imbauan. Perlu ada tindakan nyata yang dapat langsung dirasakan masyarakat.
Sementara itu, aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda menjadi perhatian setelah mengalami erupsi menerus yang berlangsung sejak Jumat (4/9/2026) pukul 23.07 WIB hingga Minggu (6/9/2026) pukul 00.04 WIB. Aktivitas tersebut berlangsung sekitar 25 jam dan disertai keluarnya abu serta material vulkanik.
Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) dalam evaluasinya pada 7 September 2026 menyatakan status Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III atau Siaga.
PVMBG mengingatkan potensi aktivitas erupsi berikutnya masih harus diwaspadai. Ancaman yang mungkin terjadi antara lain lontaran batu pijar, hujan abu dengan intensitas lebat hingga aliran lava apabila terjadi kembali erupsi menerus.
Kondisi tersebut membuat masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan perlu meningkatkan kewaspadaan. Jika wilayahnya terdampak abu vulkanik, masyarakat dianjurkan mengurangi kegiatan di luar rumah dan menggunakan masker apabila harus keluar.
Barisan Bang Alpian pun mengajak masyarakat tidak panik, namun tetap waspada dengan mengikuti informasi serta arahan resmi dari pemerintah dan PVMBG.
Bagi pekerja, pengendara, maupun masyarakat yang tidak dapat meninggalkan aktivitas di luar rumah, penggunaan alat pelindung seperti masker dinilai menjadi salah satu upaya sederhana untuk menjaga kesehatan di tengah kondisi udara yang berpotensi terdampak abu vulkanik.
Melalui kegiatan tersebut, Barisan Bang Alpian menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat dan mendorong kepedulian terhadap kesehatan dimulai dari tindakan sederhana yang dilakukan secara langsung.
Sumber: Badan Geologi Kementerian ESDM/PVMBG.
Sul




