Reportika.id || Langkat, Sumut – Forum Pemuda Daerah (FORPEDA) Kabupaten Langkat secara resmi menyatakan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Langkat.
Apresiasi ini diberikan atas keberhasilan Forkopimda memfasilitasi mediasi dan musyawarah dalam penyelesaian kasus saling lapor antara Indra Putra Bangun dan Japet Imanta Bangun yang sempat viral di tingkat nasional.
Ketua FORPEDA Langkat Muhammad Nur Adlin S.H menilai bahwa langkah cepat yang diambil oleh Bupati Langkat bersama Kapolres, Kajari, dan unsur Forkopimda lainnya merupakan cerminan kepemimpinan yang responsif dan berorientasi pada kondusivitas daerah.
”Kami melihat langkah yang diambil Forkopimda pada Sabtu malam kemarin di Rumah Dinas Bupati adalah sebuah terobosan moral dan hukum yang luar biasa. Masalah yang sempat memicu kegaduhan publik ini akhirnya selesai dengan semangat kekeluargaan,” ujar Adlin dalam keterangan tertulisnya, Minggu (19/4/2026).
Selain itu dalam kesempatan ini FORPEDA Langkat juga mengajak kepada seluruh masyarakat kabupaten Langkat untuk Menjaga kondusifitas Daerah Penyelesaian ini dianggap sebagai implementasi nyata dari keadilan restoratif, di mana perdamaian menjadi tujuan utama di atas ego masing-masing pihak.
FORPEDA juga menyoroti aspek kemanusiaan dalam kasus ini, terutama terkait kondisi psikologis siswi berinisial L yang sempat terseret dalam pusaran kasus tersebut. Dengan adanya perdamaian, masa depan pendidikan dan mental anak tersebut dapat terlindungi.
FORPEDA Langkat berharap momentum ini menjadi pelajaran berharga bagi seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Langkat. Bahwa setiap persoalan, seberat apa pun, sedapat mungkin diselesaikan melalui meja musyawarah sebelum menempuh jalur hukum yang panjang.
”Apa yang dilakukan Forkopimda Langkat adalah teladan. Kepentingan masyarakat luas dan ketenangan daerah harus selalu diutamakan. Kami mendukung penuh iklim damai seperti ini terus dijaga di Bumi Langkat Berseri,” tambahnya.
Sebelumnya diketahui, konflik antara kedua belah pihak ini sempat menjadi perhatian nasional setelah viralnya pengakuan salah satu pihak di media sosial. Namun, melalui pertemuan strategis pada 18 April 2026, kedua belah pihak sepakat untuk mencabut laporan dan menandatangani berita acara kesepakatan damai.
Ran




