Jumat, Agustus 21, 2026
spot_img
spot_img
spot_imgspot_img

Top News

Nasional

Kriminal

Film “Napas Kali Cikarang” Soroti Kerusakan Sungai dan Sampah Rumah Tangga di Bekasi

spot_img

Reportika.id || Kabupaten Bekasi — Persoalan kerusakan sungai di Kabupaten Bekasi kembali disorot melalui pemutaran film dokumenter Napas Kali Cikarang yang digelar di Kampung Siluman, RT 01/RW 01.

 

Pemutaran hari kedua film produksi komunitas REHAB KALI CIKARANG itu menjadi ruang refleksi bagi warga untuk melihat lebih dekat kondisi sungai yang semakin tertekan akibat sampah dan limbah rumah tangga.

 

Mengangkat tema “Skak Mat: Pelakunya Kita”, film tersebut menggambarkan kondisi sejumlah sungai di wilayah selatan Kabupaten Bekasi yang perlahan kehilangan fungsi ekologisnya. Sampah rumah tangga, kerusakan bantaran hingga berbagai persoalan di daerah aliran sungai (DAS) menjadi bagian dari realitas yang diangkat dalam film.

 

Film Napas Kali Cikarang ditulis oleh Alva Mustaqim. Gagasan film berangkat dari keresahan terhadap kondisi DAS yang dinilai terus mengalami degradasi.

Baca Juga  KMMB Desak Polda Sumut Tuntaskan Penanganan Kasus Pungli yang Libatkan Direktur CV PBS

 

Pesan tersebut kemudian diperkuat melalui sentuhan artistik seniman Blanco Kosong sehingga persoalan lingkungan tidak hanya disampaikan dalam bentuk kampanye, tetapi dikemas menjadi karya dokumenter yang diharapkan mampu meninggalkan ingatan bagi masyarakat.

 

Ketua REHAB KALI CIKARANG, M. Yahya, S.H., mengatakan persoalan sungai tidak hanya menjadi tanggung jawab masyarakat yang tinggal di bantaran.

 

Menurutnya, masyarakat yang tinggal jauh dari sungai juga memiliki keterkaitan terhadap kondisi sungai karena berbagai aktivitas sehari-hari dapat menghasilkan sampah dan limbah yang pada akhirnya masuk ke aliran sungai.

 

“Orang yang tinggal jauh dari sungai pun memiliki hubungan erat dengan sungai. Mulai dari sampah rumah tangga, aktivitas pedagang, hingga limbah harian yang tidak terlihat di depan mata, semuanya bermuara ke kali dan berakhir di laut,” ujar Yahya.

Baca Juga  Bang Alpian Turun Langsung Temui Warga Kampung Kramat, Serap Aspirasi Masyarakat

 

Bukan Sekadar Konten REHAB KALI CIKARANG mengklaim telah menjalankan berbagai kegiatan pelestarian sungai selama enam tahun terakhir. Kegiatannya antara lain patroli sungai, aksi bersih-bersih, penanaman pohon hingga penebaran bibit ikan.

 

Namun, aktivitas komunitas tersebut tidak selalu mendapat respons positif. Sebagian pihak bahkan menilai kegiatan yang dilakukan hanya sebatas membuat konten untuk media sosial.

 

Kritik tersebut justru dijadikan motivasi oleh komunitas untuk terus menyuarakan persoalan sungai melalui berbagai cara, termasuk menggunakan media digital agar isu lingkungan mendapat perhatian publik dan pemerintah.

 

Pemutaran film di tengah permukiman warga juga menjadi bagian dari strategi edukasi komunitas. Mereka tidak ingin persoalan lingkungan hanya dibahas dalam forum resmi atau seminar, tetapi juga menjadi pembicaraan sehari-hari masyarakat.

Baca Juga  Korban dan Pelaku Bertetangga, Polisi Ungkap Komplotan Kejahatan di Delapan TKP

 

Melalui pemutaran film tersebut, REHAB KALI CIKARANG berharap persoalan sungai dapat dibicarakan di berbagai ruang, mulai dari warung kopi, lingkungan ibu-ibu, kelompok pengajian hingga menjadi bahan edukasi bagi anak-anak.

 

Komunitas itu menilai penyelamatan sungai tidak selalu harus dimulai dengan proyek besar maupun anggaran yang besar. Langkah sederhana seperti tidak membuang sampah ke sungai dinilai menjadi bagian penting dari upaya menjaga lingkungan.

 

REHAB KALI CIKARANG merupakan komunitas peduli lingkungan yang telah beraktivitas selama enam tahun dalam kegiatan pelestarian sungai, edukasi masyarakat serta upaya pemulihan daerah aliran sungai di Kabupaten Bekasi dan sekitarnya.

 

Sul

Artikel Lainnya

Peristiwa

Daerah