Reportika.id || Kabupaten Bekasi – Desa Suka murni Kecamatan Sukakarya Kabupaten Bekasi mengucurkan anggaran lebih dari dua ratus juta rupiah, sebagai penyertaan modal Bumdes (Badan Usaha Milik Desa).
Tak tanggung-tanggung, modal sebanyak itu diperuntukkan untuk bidang usaha peternakan Bebek, yang berlokasi di Kampung galian yayasan dengan menyewa sebidang tanah untuk dijadikan kandang Bebek dari program Bumdes tersebut.
Sayangnya, hanya beberapa bulan berjalan, program Bumdes yang awalnya berjalan, perlahan mulai padam, seiring dengan mundurnya Direktur Bumdes Desa Suka murni M. Ali Hilmi.
Dari pantauan Reportika.id di lokasi Kandang ternak Bebek milik Bumdes Desa Suka murni terpantau sepi, baik itu aktivitas manusia maupun aktivitas Bebek di kandang yang cukup luas tersebut.
Dikonfirmasi via telpon, Ali Hilmi yang saat ini merupakan mantan Direktur Bumdes Desa Suka murni membenarkan jika dirinya sudah tidak lagi memegang kendali Bumdes Desa Suka murni, dan sudah mundur dari posisi tersebut.

“Saya sudah mundur bang, kalau kemarin memang saya sebagai direktur atau ketua Bumdes Desa Suka murni, tapi sekarang sudah nggak lagi,” Jelas Ali Hilmi Kepada Reportika.
“Soal perkembangan pun saya sudah tidak memperhatikan lagi,” Jelasnya.
“Kalau soal anggaran, memang benar saat itu penyertaan modal awal itu hingga Rp. 200 juta lebih, dibagi jadi dua termin ya,” Paparnya.
“Persisnya saya lupa lagi,” Ungkapnya.
Fakta dilapangan, Anggara Bumdes yang katanya bisa membantu program ketahanan pangan tersebut, kini sepi tanpa ada satu pun ternak yang tersisa di kandang tersebut.
Semua Bebek yang tadinya ratusan, kini raib entah kemana, tinggal menyisakan kandang kosong tak berpenghuni.
Yang jadi pertanyaan, entah raib kemana bebek-bebek yang selama ini ada dikandang tersebut? dan bagaimana pertanggungjawaban uang ratusan juta yang dikucurkan sebagai penyertaan modal awal? Dan siapa yang bertanggung jawab atas tidak berjalannya program Bumdes di Desa Suka murni tersebut?
De




