Reportika.id || Kota Bekasi – Pemerintah Kota Bekasi terus berupaya menjaga stabilitas harga pangan dan memperkuat daya beli masyarakat melalui pelaksanaan Operasi Pasar Murah Mandiri yang digelar di 12 kecamatan se-Kota Bekasi. Program ini menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam mengendalikan inflasi daerah sekaligus memastikan masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
Kegiatan Pasar Murah Mandiri berlangsung mulai 10 hingga 27 Juli 2026. Berbagai kebutuhan pokok dijual dengan harga di bawah pasaran, mulai dari beras premium, beras medium, beras SPHP, minyak goreng, gula pasir, tepung terigu, daging ayam, telur ayam, hingga aneka produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal.
Beberapa komoditas yang ditawarkan di antaranya minyak goreng merek Jujur seharga Rp21.000 per liter, Beras Tugupadi kemasan 5 kilogram Rp74.000, Beras SPHP kemasan 5 kilogram Rp57.000, serta gula pasir Rp17.500 per kilogram.
Analis Perdagangan pada Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagprin) Kota Bekasi, Eko Wijatmiko, SE, mengatakan tingginya antusiasme masyarakat menunjukkan bahwa program pasar murah mampu menjawab kebutuhan warga akan bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
“Pasar Murah ini diselenggarakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap bahan pokok dan barang penting. Program ini terbukti mampu menjaga daya beli masyarakat, membantu menekan laju inflasi daerah, serta menjaga stabilitas harga komoditas pokok di pasaran,” ujar Eko.Selasa (28/07/2026).
Untuk memperluas manfaat program, Disdagprin Kota Bekasi juga menggandeng distributor serta berbagai pemangku kepentingan dalam menyediakan paket sembako dengan harga terjangkau.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat meringankan beban pengeluaran masyarakat, khususnya bagi keluarga berpenghasilan rendah, sekaligus memastikan kebutuhan pangan tetap mudah diakses di tengah fluktuasi harga.
Sul




