Kamis, April 2, 2026
spot_img
spot_img
spot_imgspot_img

Top News

Nasional

Kriminal

Di Hari HUT Kota Bekasi, Plt Walikota Bekasi Masih Membawa Hutang Penanggulangan Banjir

spot_img

Reportika.co.id || Kota Bekasi – Di usianya yang ke-26 tahun Kota Bekasi (10 Maret 2023) dan 6 bulan pra purna bhakti 20 September 2023 mendatang, Plt Walikota Bekasi, Tri Adhianto masih berhutang visi misi Bekasi Cerdas, Kreatif, Maju, Sejahtera dan Ihsan, terutama penanggulangan banjir.

 

Fenomena banjir yang merendam tidak bisa dianggap sebagai sebuah permasalahan tahunan dan biasa. Namun harus diselesaikan secara radikal, terintegrasi dan politic will yang bukan sekedar pencitraan politik.

 

 

Menurut Pemerhati Kebijakan dan Pelayanan Publik Didit Susilo, penyebab banjir yang terjadi selain faktor intensitas curah hujan yang tinggi, juga dampak akumulasi dari berbagai persoalan tata ruang yang tidak ideal dan pengembangan wilayah perkotaan yang masif tidak terukur. Jum’at (10/03/2023).

Baca Juga  Kebakaran Hebat SPBE Cimuning Bekasi, Belasan Warga Luka Bakar dan Rumah Hangus

 

 

“Sebagai daerah hilir memang tidak gampang penanggulangan banjir karena ada banjir kiriman dari wilayah Bogor. Tetapi harus ada progres riel untuk meminimalisir banjir,” jelasnya.

 

 

Ditegaskannya, permasalahan klasik banjir tidak bisa diselesaikan secara parsial dan hanya asal ada proyek tahunan. Harus melibatkan Pemprov Jabar dan pemerintah pusat, terutama merealisasikan kanal Kali Bekasi.

 

 

Ruwetnya penanggulangan banjir, juga disebabkan, optimalisasi sistem drainese sekunder, primer tidak terintegrasi.

 

 

Baca Juga  Ledakan di SPBE Cimuning Disertai Kilatan Cahaya, Warga Bekasi Panik

“Kurang sinkronya kinerja sistem drainase dan konektivitas antara drainase primer, sekunder dan tersier sering kali menjadi pemicu terjadinya luapan air di lingkungan permukiman masyarakat,” terangnya.

 

 

Dijelaskan mega proyek penanggulangan banjir meliputi normalisasi sungai, drainase, pematusan, pembangunan polder mencapai ratusan milyar.

 

 

Untuk pengadaan pompa air pada tahun APBD 2022 sebesar Rp. 20 milyar. Pembelian 28 unit pompa air ukuran sedang didistribusikan ke 28 RW rawan banjir dan 14 pompa besar untuk polder tandon air. Sayangnya justru titik banjir malah makin bertambah tiap tahun.

 

 

” Implementasi road map solusi banjir Kota Bekasi secara menyeluruh, hingga kini belum membuahkan hasil, sesuai janji politik Pentri saat Pilkada,” jelas Didit.

Baca Juga  Pegawai Ayam Geprek di Bekasi Ditemukan Tewas dalam Freezer, Dugaan Tubuh Tak Utuh Diselidiki Polisi

 

 

Dalam visi misi Pentri terkait penanggulangan banjir yang masuk dalam program prioritas pembangunan Kota Bekasi tahun 2018 – 2023 meliputi;

 

1.Early warning system dan respon cepat pengendalian banjir.

 

2. Pengendalian banjir untuk perumahan laten banjir dan intensitas banjir tinggi.

 

3. Pengendalian banjir di jalan arteri dan protokol.

 

4. Pembangunan, perbaikan, dan pemeliharaan saluran/kali/gorong-gorong.

 

 

5. Pemeliharaan situ-situ; dan Implementasi road map solusi banjir Kota Bekasi secara menyeluruh.(Sule)

Artikel Lainnya

Peristiwa

Daerah