Rabu, September 23, 2026
spot_img
spot_img
spot_imgspot_img

Top News

Nasional

Kriminal

Dari Lapak Sampah ke Balai Desa, Surya Buktikan Keraguan Warga dengan Kemenangan di Pilkades Mekarwangi

spot_img

Reportika.id || Kabupaten Bekasi — Perjalanan Surya (46) menuju kursi Kepala Desa Mekarwangi, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, menjadi cerita tersendiri dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) 2026.

 

Sebelum terpilih memimpin desa, Surya dikenal sebagai pemilah sampah di Kampung Rawa Banteng Kaum. Setiap hari, ia bergelut dengan limbah buangan pabrik untuk mencari barang-barang yang masih memiliki nilai jual.

 

Hasil dari pekerjaan tersebut menjadi sumber penghidupan keluarganya. Tak hanya bekerja sendiri, Surya juga mempekerjakan tiga orang dalam aktivitas pemilahan sampah yang selama ini dijalaninya. Dari kehidupan sederhana itu, Surya kemudian memberanikan diri maju dalam Pilkades Mekarwangi.

 

Keputusannya sempat diragukan sejumlah orang. Kondisi ekonomi keluarga yang terbatas bahkan menjadi bahan pembicaraan ketika namanya muncul sebagai salah satu calon kepala desa.

Surya mengaku sempat mendengar berbagai ucapan yang meremehkan pencalonannya.

 

“Saya dibilang orang susah, enggak punya duit, tapi mau mencalonkan kepala desa,” kata Surya saat ditemui di kediamannya, Senin (21/09/2026).

 

Keraguan terhadap dirinya semakin terasa ketika pencalonannya dibandingkan dengan kandidat lain yang dinilai mempunyai kemampuan finansial lebih besar. Ada pula yang menggambarkan persaingan tersebut seperti “semut melawan gajah”.

Meski begitu, Surya tidak menjadikan cibiran tersebut sebagai alasan untuk mengurungkan niat.

 

Baginya, pencalonan kepala desa bukan semata-mata persoalan kemampuan materi. Ia memilih mengandalkan keyakinan serta dukungan warga.

 

“Saya orangnya optimistis. Rezeki itu bukan manusia yang menentukan. Kita percaya kepada Yang Maha Kuasa. Saya yakin akan berhasil,” ujarnya.

Baca Juga  Lautan Biru Nomor 02 Penuhi Karang Baru, Alpian Gaungkan Perubahan dan Pelayanan Desa Berbasis Digital

 

Niat tersebut, kata Surya, awalnya datang dari dirinya sendiri. Namun, keputusan maju semakin mantap setelah mendapat dukungan dari teman-teman dan masyarakat yang mendorongnya untuk ikut dalam Pilkades Mekarwangi.

 

“Saya dari hati sendiri. Saya ngobrol dengan teman-teman dan mereka semua mendukung saya untuk mencalonkan diri sebagai kepala desa,” tuturnya.

 

Selama berinteraksi dengan masyarakat, Surya mengaku melihat masih terdapat berbagai persoalan yang perlu dibenahi. Kondisi tersebut kemudian menjadi dasar baginya untuk membawa gagasan perubahan apabila dipercaya memimpin Desa Mekarwangi.

 

Ia ingin pemerintahan desa berjalan secara terbuka dan masyarakat mengetahui bagaimana pembangunan serta pengelolaan pemerintahan dilakukan.

 

“Memang masih ada kekurangan yang membuat masyarakat belum puas. Kalau saya berhasil, saya ingin ada perubahan. Mekarwangi ingin saya bangun dan saya ingin transparan. Apa pun yang terjadi nanti harus dibuka kepada masyarakat,” katanya.

 

Dalam kontestasi Pilkades Mekarwangi 2026, Surya harus bersaing dengan calon petahana, Subur Rustadi. Persaingan keduanya berlangsung ketat hingga proses penghitungan suara selesai.

Berdasarkan hasil penghitungan, Surya meraih 4.107 suara, sementara Subur Rustadi memperoleh 4.015 suara.

 

Surya pun unggul dengan selisih 92 suara.

Hasil tersebut sekaligus mengantarkan Surya dari kehidupan sebagai pemilah sampah menuju posisi sebagai orang nomor satu di pemerintahan Desa Mekarwangi.

 

Bagi keluarganya, kemenangan tersebut terasa semakin berarti karena sebelumnya mereka tidak yakin Surya mampu melewati persaingan Pilkades.

Baca Juga  Pemdes Bumi Asri Gelar MusrembangDes TA 2027, Infrastruktur Masih jadi Prioritas

Ratih Ratnasari (46), istri Surya, mengaku sejak awal sempat mempertanyakan keputusan suaminya untuk maju.

 

Bukan tanpa alasan. Ratih mengetahui kondisi ekonomi keluarganya yang sederhana dan menyadari bahwa kontestasi Pilkades membutuhkan berbagai persiapan.

 

“Saya pernah bilang, ‘Pak, kita kan enggak punya. Modalnya enggak ada, masa mau maju terus?’ Tapi suami saya bilang, ‘Enggak apa-apa, kita maju saja terus.’ Orang-orang juga semangat mendukung,” kata Ratih.

 

Keluarga Surya selama ini menjalani kehidupan sederhana. Bersama istrinya, Surya tinggal di rumah yang dihuni delapan anggota keluarga, termasuk ibu mertuanya.

 

Pasangan tersebut juga memiliki tiga anak.

Kebutuhan sehari-hari keluarga selama ini dipenuhi dari hasil pekerjaan mengelola dan memilah sampah.

 

Ratih menggambarkan penghasilan keluarga mereka cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi tidak banyak tersisa untuk ditabung.

 

“Pas-pasan. Ibaratnya sebulan, besok untuk begitu lagi. Muter saja. Enggak ada lebihnya untuk tabungan, tetapi cukup, alhamdulillah,” ujarnya.

 

Pengalaman bertahun-tahun mengelola sampah justru menjadi salah satu gagasan yang ingin dibawa Surya ke pemerintahan desa.

 

Ia ingin persoalan sampah tidak hanya dipandang sebagai masalah lingkungan, tetapi juga bisa menjadi sumber penghasilan bagi masyarakat.

 

Ratih mengatakan, suaminya memiliki rencana mengembangkan tempat pengelolaan sampah dengan kapasitas lebih besar sekaligus membuka lapangan pekerjaan bagi warga.

 

“Suami saya sudah biasa mengelola sampah. Kalau ada buangan sampah dari pabrik, ingin ditampung dan dikelola supaya masyarakat bisa bekerja. Kami ingin membuat gudang besar untuk mengelola sampah sehingga ada penghasilan bagi masyarakat,” tutur Ratih.

Baca Juga  Calon Kades Kalijaya Nomor Urut 01 Ajak Warga Bersihkan Sungai, Soroti Pentingnya Jaga Lingkungan

 

Kemenangan Surya pun berlangsung penuh ketegangan bagi keluarga. Ratih mengaku hampir tidak tidur selama kurang lebih 24 jam karena mengikuti proses penghitungan suara dari satu TPS ke TPS lainnya.

 

Perolehan suara yang sempat berjarak tipis membuat keluarga dan pendukung Surya terus menunggu hingga seluruh suara selesai dihitung.

 

“Awalnya selisih 40, kemudian menjadi 70. Terakhir 92. Alhamdulillah, walaupun hanya 92, itu benar-benar berkah,” katanya.

 

Bagi Ratih, kemenangan tersebut bukan hanya keberhasilan suaminya. Ia menyebut kemenangan itu juga menjadi bentuk kepercayaan warga yang sejak awal memberikan dukungan kepada Surya.

 

Sejumlah warga, kata dia, bahkan merasa senang karena Surya mampu membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi tidak otomatis menghalangi seseorang untuk berkompetisi dalam Pilkades.

 

Kini, setelah hasil Pilkades menetapkan Surya sebagai pemenang, tanggung jawab baru menanti.

Ratih memastikan dirinya akan tetap berada di samping suaminya selama menjalankan amanah sebagai kepala desa.

 

Ia ingin menjadi orang terdekat yang terus mengingatkan Surya agar tidak melupakan tujuan awal ketika memutuskan maju sebagai calon kepala desa.

 

“Doa saya, bapak amanah. Saya akan mendampingi dan mengingatkan. Pokoknya amanah, amanah, amanah. InsyaAllah saya akan terus mengingatkan,” ujar Ratih.

 

Sul

Artikel Lainnya

Peristiwa

Daerah