Sabtu, April 18, 2026
spot_img
spot_img
spot_imgspot_img

Top News

Nasional

Kriminal

Warga Sampang Jadi Korban Dugaan Pengeroyokan, MADAS Sedarah Lakukan Pendampingan

spot_img

Reportika.id || Surabaya — Seorang warga Kabupaten Sampang bernama Naiman menjadi korban dugaan tindak pidana pemerasan disertai pengeroyokan oleh sekelompok orang yang diduga melakukan aksi premanisme di Jalan Sedati sidoarjo, saat dirinya tengah mengawal ambulans untuk menjemput jenazah dari Bandara Juanda.

Peristiwa tersebut terjadi ketika Naiman bersama rombongan dalam perjalanan dari Sampang menuju Surabaya untuk menjemput jenazah. Namun, di tengah perjalanan, rombongan dihentikan secara tiba-tiba oleh sekelompok orang yang tidak dikenal.

Tanpa memiliki kewenangan yang sah, para pelaku melakukan penghentian secara paksa dan ilegal. Tidak hanya itu, mereka juga mengeluarkan kata-kata tidak senonoh, disertai tindakan kekerasan berupa pengeroyokan terhadap Naiman.

Baca Juga  Survei Tunjukkan Kepuasan Publik Tinggi, ASDP Sukses Kelola Mudik 2026

Dalam kondisi tertekan, korban diduga dipaksa untuk menyerahkan uang sebesar Rp3 juta. Para pelaku bahkan mengancam dan melakukan pemukulan apabila permintaan tersebut tidak dipenuhi.

Ironisnya, peristiwa tersebut terjadi saat korban sedang menjalankan misi kemanusiaan, yakni mengawal ambulans untuk menjemput jenazah dari Bandara Juanda untuk dibawa pulang ke Sampang.

Atas kejadian tersebut, Naiman telah melaporkan secara resmi ke Polda Jawa Timur guna mendapatkan perlindungan hukum dan keadilan.

Menanggapi hal tersebut, tim dari MADAS Sedarah langsung melakukan pendampingan terhadap korban. Organisasi ini menegaskan komitmennya untuk mengawal proses hukum hingga tuntas.

Baca Juga  Gugatan PT Spiritrevolusi di Terima KIP Jawa Barat, Tunggu Jadwal Sidang

“MADAS Sedarah mengecam keras segala bentuk tindakan premanisme yang meresahkan masyarakat, terlebih dalam situasi duka seperti ini. Ini bukan hanya pelanggaran hukum, tetapi juga melukai nilai kemanusiaan,” tegas perwakilan MADAS Sedarah.

MADAS Sedarah juga mendesak aparat penegak hukum, khususnya Polda Jawa Timur, untuk segera menangkap seluruh pelaku yang terlibat dan memprosesnya sesuai dengan hukum yang berlaku.

Selain itu, MADAS Sedarah mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kondusivitas wilayah Jawa Timur serta tidak memberikan ruang bagi praktik-praktik premanisme yang merugikan dan meresahkan.

Baca Juga  Apresiasi Keterbukaan PC IMM Subang, Desak Kepastian Hukum Kasus Heri Sopandi vs dr. Maxi

Peristiwa ini menjadi perhatian serius, karena menunjukkan bahwa tindakan premanisme masih terjadi dan dapat menimpa siapa saja, bahkan dalam situasi kemanusiaan seperti pengawalan jenazah.

Sumber: Aziz

Artikel Lainnya

Peristiwa

Daerah