Reportika.id || Kebumen, Jawa Tengah – Pendidikan politik yang edukatif dan dialogis menjadi fokus utama dalam kegiatan Upgrading dan Dikpol BEM bertema “Reaktualisasi Kepemimpinan dalam Mewujudkan Badan Eksekutif Mahasiswa yang Bersinergi, Beraktualisasi, dan Bertanggung Jawab” di Aswaja Center UMNU Kebumen, Rabu (11/2).
Komisioner Bawaslu Kabupaten Kebumen, Nurul Ichwan, S.Th.I., M.Ag, menyampaikan bahwa pendidikan politik di lingkungan kampus harus mampu membangun kesadaran demokrasi yang sehat dan berkelanjutan.
Ia menegaskan bahwa mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai influencer sosial dan jembatan aspirasi masyarakat. Oleh karena itu, keberanian menyampaikan pendapat secara konstruktif menjadi bagian penting dari proses pendewasaan demokrasi.
“Mahasiswa harus berani bersuara, namun tetap dalam koridor etika dan tanggung jawab. Demokrasi kampus adalah ruang belajar sebelum terjun ke ruang demokrasi yang lebih luas,” jelasnya.
Lanjutnya, Bawaslu Kabupaten Kebumen terus mendorong pendekatan yang kolaboratif dengan kampus melalui dialog, diskusi, dan penguatan kapasitas organisasi mahasiswa. Hal ini dilakukan agar mahasiswa tidak hanya memahami demokrasi secara teoritis, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam praktik organisasi.
Melalui kegiatan ini, diharapkan tumbuh generasi pemimpin muda yang sadar akan perannya dalam menjaga kualitas demokrasi, baik di lingkungan kampus maupun di tengah masyarakat.
Humas Bawaslu




