Reportika.id || Kota Bekasi — Proyek pembangunan jalur pedestrian di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman, Kota Bekasi, dipastikan tetap dilanjutkan meski sempat terjadi insiden kebocoran pipa jaringan gas bawah tanah milik PT Perusahaan Gas Negara (PGN), Jumat (29/5/2026).
Insiden terjadi di kawasan pertigaan Grand Mall Bekasi saat pengerjaan saluran air tengah berlangsung. Sebuah alat berat ekskavator diduga mengenai jaringan pipa gas yang tertanam di bawah tanah hingga memicu semburan air bercampur gas setinggi kurang lebih 10 meter. Peristiwa tersebut sempat membuat warga dan para pekerja panik.
Mandor pelaksana proyek dari PT Mawany Inti Karya, Yanto, menjelaskan kejadian berlangsung sekitar pukul 14.00 WIB ketika proses penggalian dilakukan menggunakan alat berat.
“Pipa gas itu posisinya berada di bawah cor beton, jadi tidak terlihat dari permukaan. Saat beko bekerja, tanpa sengaja terkena jaringan pipa tersebut,” ujar Yanto di lokasi kejadian.
Menurut Yanto, sebelum pekerjaan dilakukan pihaknya telah berkoordinasi dengan sejumlah unsur utilitas terkait, termasuk pihak gas. Namun titik pasti keberadaan jalur pipa tidak diketahui secara detail.
“Kami sudah koordinasi sebelumnya. Memang ada penanda jalur pipa, tapi posisi aslinya ternyata tidak sesuai dengan titik di lapangan,” katanya.
Ia juga menyebut pihaknya sempat melakukan penggalian manual guna menghindari risiko kerusakan utilitas bawah tanah. Namun keberadaan pipa tetap tidak ditemukan karena letaknya berada cukup dalam di bawah struktur beton.
Pasca insiden, sejumlah petugas langsung mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan darurat. Petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bekasi, konsultan proyek, hingga Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi terlihat melakukan pengamanan area.
Pelaksana Teknis (Peltek) DBMSDA Kota Bekasi, Ridwan, mengakui situasi di lokasi sempat membuat para pekerja khawatir akibat bau gas yang cukup menyengat.
“Ya jelas panik dan takut karena bau gas cukup kuat. Saat kejadian fokus utama kami penanganan dan pengamanan lokasi,” ungkap Ridwan.
Ridwan mengatakan tim PGN langsung turun ke lokasi untuk melakukan penutupan valve guna menghentikan aliran gas serta melakukan langkah pengamanan tambahan.
“Petugas PGN sudah berada di lokasi dan sedang melakukan penutupan valve. Setelah itu area akan diamankan menggunakan casing,” jelasnya.
Ia menambahkan, pipa gas diperkirakan berada pada kedalaman sekitar satu meter dari permukaan tanah. Kondisi genangan air di area proyek juga disebut menjadi salah satu kendala saat proses pengerjaan berlangsung.
“Air di lokasi cukup banyak karena proses normalisasi saluran belum selesai. Itu juga menjadi faktor saat pengerjaan dilakukan,” tambahnya.
Setelah dilakukan penanganan, kondisi di lokasi mulai berangsur terkendali. Semburan air bercampur gas yang sebelumnya cukup besar mulai mengecil meski tekanan ringan masih terlihat.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun untuk sementara waktu aktivitas proyek sempat dihentikan guna mengantisipasi risiko yang lebih besar.
Peristiwa ini kembali menjadi perhatian terkait pentingnya validitas data utilitas bawah tanah dan koordinasi lintas instansi dalam setiap proyek infrastruktur. Hingga berita ini diturunkan, pihak PGN belum memberikan keterangan resmi terkait insiden tersebut.
Sul




