Reportika.id || Kota Bekasi — Warga di sekitar kawasan depan pintu masuk Perumnas 1, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Bekasi, dibuat panik setelah terjadi kebocoran pipa gas bawah tanah milik PT Perusahaan Gas Negara (PGN), kebocoran tersebut memunculkan semburan gas setinggi kurang lebih 10 meter ke udara.Jumat siang (29/05/2026).
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 14.00 WIB saat proyek pengerukan saluran air tengah berlangsung di lokasi. Berdasarkan informasi sementara, insiden diduga terjadi akibat alat berat jenis ekskavator bernomor lambung SY55C yang sedang melakukan penggalian saluran air milik Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi.
Proyek tersebut diketahui dikerjakan oleh kontraktor PT Mawany Inti Karya dengan anggaran 7 M,dalam rangka penataan jalur pedestrian di Jalan Jenderal Sudirman, Kota Bekasi.
Saat proses pengerukan berlangsung, alat berat diduga mengenai jalur pipa gas bawah tanah milik PGN hingga menyebabkan kebocoran dan semburan gas yang cukup besar. Kepulan semburan gas itu sontak mengundang perhatian warga dan pengguna jalan yang melintas di sekitar lokasi kejadian.
Yanto selaku pengawas proyek dari PT Mawany Inti Karya menjelaskan bahwa sebelum pekerjaan dimulai, pihak kontraktor mengaku telah melakukan koordinasi dengan pihak PGN terkait keberadaan jaringan pipa gas yang tertanam di area proyek.
“Sebetulnya kami sudah berkoordinasi dengan pihak PGN dan meminta informasi titik lokasi pipa gas yang tertanam. Namun kami tidak mengetahui secara pasti posisi maupun kedalaman pipa tersebut. Dari pihak PGN hanya memberikan arahan bahwa di area tersebut memang terdapat jaringan pipa gas,” ujarnya di lokasi kejadian.
Menurutnya, operator ekskavator tidak mengetahui secara detail titik keberadaan pipa saat proses pengerukan dilakukan. Hingga akhirnya bucket alat berat tersebut diduga mengenai jalur pipa gas yang tertanam di bawah tanah.
Akibat kejadian itu, pekerjaan proyek sempat dihentikan sementara demi mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Aparat dan petugas proyek juga berupaya menjauhkan warga dari lokasi semburan gas demi alasan keselamatan.
Hingga semburan gas mulai mengecil, belum terlihat adanya perwakilan resmi dari pihak PGN di lokasi untuk memberikan keterangan terkait insiden tersebut maupun langkah penanganan lebih lanjut atas kebocoran pipa gas tersebut.
Beruntung dalam kejadian ini tidak dilaporkan adanya korban jiwa. Namun insiden tersebut sempat menyebabkan kepanikan warga dan kemacetan arus lalu lintas di sekitar lokasi proyek.
Sul




