Sabtu, Mei 30, 2026
spot_img
spot_img
spot_imgspot_img

Top News

Nasional

Kriminal

Jangan Hanya Pasien Katastropik, Seluruh Warga Miskin Harus Tercover PBI

spot_img

Reportika.id || Kabupaten Bekasi – Anggota Komisi IX DPR RI Achmad Ru’yat menyoroti skema reaktivasi otomatis peserta BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang baru saja dinonaktifkan. Ia meminta Kementerian Kesehatan tidak hanya memprioritaskan pasien dengan penyakit berat (katastropik), tetapi juga seluruh warga miskin yang masuk dalam desil 1 hingga desil 4.

 

Pun, ia menilai, banyak warga yang secara ekonomi masuk kategori miskin ekstrem namun penyakitnya tidak termasuk kategori berat. Menurutnya, kelompok ini sangat rentan jika tidak mendapatkan jaminan kesehatan dari pemerintah saat jatuh sakit.

Baca Juga  Polda Lampung Berhasil Ungkap Kasus Curat Ranmor yang Mengakibatkan Gugurnya Bripka (Anumerta) Arya Supena

 

“Faktanya memang mereka miskin, meskipun mungkin sakitnya tidak katastropik. Jadi ini catatan penting, jangan sampai penonaktifan itu mengenai warga yang masih dalam desil 1 sampai desil 4,” ujar Ru’yat dalam Rapat Kerja Komisi IX DPR RI dengan Menteri Kesehatan dan pihak-pihak terkait di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Rabu (11/2/2026).

 

Oleh sebab ini, Politisi Fraksi PKS ini mendorong adanya pertemuan lintas komisi yang melibatkan Kementerian Sosial dan BPS. Hal ini, tegasnya, bertujuan agar polemik data kemiskinan segera tuntas dan tidak ada lagi warga miskin yang ditolak oleh rumah sakit karena status kepesertaan yang nonaktif secara mendadak.

Baca Juga  Program Makan Bergizi Gratis Disambut Meriah Warga Kabupaten Bekasi

 

“Kami menunggu jadwal pertemuan dengan Kemensos dan BPS agar data akurat. Kita harus pastikan skema penanganan ini berpihak pada warga yang benar-benar membutuhkan,” tutupnya.

 

Parlementaria

Artikel Lainnya

Peristiwa

Daerah