Reportika.id || Kota Bekasi – Warga Kota Bekasi menyampaikan keluhan terkait kondisi dunia pendidikan yang dinilai masih jauh dari kata layak. Minimnya ruang kelas serta keterbatasan fasilitas belajar menjadi sorotan utama, terutama di tingkat sekolah dasar.
Salah satu yang disoroti adalah kondisi di SDN Jakasampurna.Warga mengungkapkan bahwa kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut masih dilakukan secara bergantian karena kurangnya ruang kelas. Situasi ini tentu berdampak pada efektivitas proses belajar siswa, yang seharusnya dapat berlangsung dengan nyaman dan optimal.
Tidak hanya itu, kondisi sarana penunjang seperti bangku dan meja belajar juga dinilai memprihatinkan. Beberapa di antaranya disebut sudah tidak layak pakai, sehingga mengganggu kenyamanan siswa saat mengikuti pelajaran di dalam kelas.
Warga pun mempertanyakan perhatian pemerintah terhadap sektor pendidikan.
Pasalnya, Kota Bekasi dikenal memiliki Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang cukup besar. Namun, kondisi di lapangan justru menunjukkan masih adanya kekurangan mendasar dalam fasilitas pendidikan.
“Pemerintah sering menyampaikan soal pajak dan pembangunan, tapi kenyataannya fasilitas pendidikan masih minim. Padahal ini menyangkut masa depan anak-anak,” ungkap salah satu warga.
Menurut warga, pendidikan seharusnya menjadi prioritas utama dalam pembangunan daerah. Ketersediaan ruang kelas yang memadai serta fasilitas belajar yang layak merupakan kebutuhan dasar yang harus segera dipenuhi.
Mereka berharap pemerintah Kota Bekasi dapat lebih serius memperhatikan kondisi ini dan segera mengambil langkah konkret.
Dengan begitu, anak-anak di Kota Bekasi dapat menikmati proses belajar yang lebih baik, nyaman, dan berkualitas.
Sul




