Minggu, April 26, 2026
spot_img
spot_img
spot_imgspot_img

Top News

Nasional

Kriminal

DPD PKB Pujakesuma Binjai Periode 2026–2030 Dilantik, H. An Arafahan: Kami Siap Berkolaborasi

spot_img

Reportika.id || Binjai, Sumut – Pelantikan Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Paguyuban Keluarga Besar (PKB) Pujakesuma Kota Binjai periode 2026–2030 berlangsung khidmat.

 

Kepengurusan baru di bawah kepemimpinan dr. Sugianto, Sp.OG., M.K.M., M.B.A. resmi mengemban amanah untuk membawa organisasi semakin berkontribusi bagi masyarakat.

 

Bersamaan dengan itu, pelantikan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB Pujakesuma se-Kota Binjai turut digelar sebagai bagian dari penguatan struktur organisasi.

 

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Generasi Mahasiswa (GEMA) Pujakesuma Sumatera Utara, H. An Arafahan, S.H., M.H., menyampaikan ucapan selamat sekaligus pesan yang menekankan pentingnya arah gerak organisasi ke depan.

 

Dalam pernyataannya, ia menilai pelantikan ini sebagai momentum strategis untuk memperkuat peran Pujakesuma, tidak hanya sebagai organisasi paguyuban, tetapi juga sebagai pilar pelestarian budaya dan penggerak pembangunan sosial.

 

“Saya mengucapkan selamat dan sukses atas dilantiknya kepengurusan DPD PKB Pujakesuma Kota Binjai periode 2026–2030 di bawah kepemimpinan dr. Sugianto. Ini adalah amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh integritas, komitmen, dan semangat pengabdian,” ujar An Arafahan.

Baca Juga  KMMB SUMUT Tegaskan Gerakan Desak Tangkap GS Murni Aspirasi Rakyat, Bukan Titipan

 

“Kepengurusan baru diharapkan mampu menjadi motor penggerak yang tidak hanya menjaga eksistensi organisasi, tetapi juga memperluas manfaatnya bagi masyarakat luas,” tegasnya.

 

Lebih lanjut, Tokoh Muda Sumatera Utara ini menegaskan bahwa organisasi seperti Pujakesuma memiliki posisi strategis dalam merawat identitas budaya di tengah arus modernisasi yang kian dinamis.

 

Menurutnya, nilai-nilai kearifan lokal yang diwariskan leluhur harus terus dihidupkan melalui pendekatan yang relevan dengan generasi masa kini.

 

“Pujakesuma bukan sekadar wadah silaturahmi, tetapi juga ruang strategis untuk menjaga, merawat, dan mengembangkan kebudayaan Jawa di perantauan. Di tengah perkembangan zaman, tantangan kita adalah bagaimana budaya tidak hanya dilestarikan, tetapi juga dimaknai ulang agar tetap hidup dan diterima oleh generasi muda. Di sinilah peran penting kolaborasi lintas generasi dan lintas sektor,” ujarnya.

Baca Juga  Suara Pemuda Menguat di Tengah Krisis Global, Aliansi BEM Gelar Konsolidasi Nasional & Diskusi Kebangsaan

 

Tokoh Muda Sumut ini juga mengajak seluruh elemen organisasi, termasuk kepengurusan DPC yang baru dilantik, untuk membangun sinergi yang kuat dengan berbagai pihak, baik pemerintah daerah, komunitas budaya, maupun kalangan akademisi dan pemuda.

 

“Kami dari GEMA Pujakesuma Sumatera Utara siap berkolaborasi dan bersinergi. Kami percaya, kekuatan organisasi terletak pada kemampuannya membangun jejaring dan kerja sama. Program-program ke depan perlu dirancang secara inklusif, menyentuh aspek pendidikan, sosial, hingga kebudayaan. Generasi muda harus dilibatkan secara aktif, bukan hanya sebagai peserta, tetapi sebagai pelaku utama dalam setiap gerakan organisasi,” lanjutnya.

 

An Arafahan juga menyoroti pentingnya penguatan peran budaya sebagai instrumen pemersatu di tengah keberagaman masyarakat. Ia menilai, kebudayaan dapat menjadi jembatan yang mempererat hubungan sosial sekaligus memperkuat identitas kolektif.

 

“Budaya memiliki kekuatan untuk menyatukan. Dalam konteks Kota Binjai yang majemuk, Pujakesuma harus mampu menjadi teladan dalam merawat harmoni melalui pendekatan budaya. Kegiatan-kegiatan kebudayaan tidak hanya menjadi seremoni, tetapi juga sarana edukasi dan penguatan nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, serta toleransi,” ujarnya.

Baca Juga  Kepala BNN-Kepala BPOM Bahas Lonjakan Zat Narkoba Baru, Termasuk di Vape

 

Rangkaian pelantikan semakin semarak dengan pementasan wayang kulit lakon “Semar Mbangun Kayangan” yang dibawakan oleh dalang milenial berusia 20 tahun, Ki Ardi Karto Suwondo. Penampilan tersebut menjadi simbol kuat bahwa regenerasi dalam dunia seni tradisional terus berjalan.

 

Melalui keseluruhan rangkaian kegiatan ini, pelantikan tidak hanya menjadi penanda pergantian kepengurusan, tetapi juga momentum untuk mempertegas komitmen bersama dalam membangun organisasi yang adaptif, kolaboratif, dan berakar kuat pada nilai-nilai budaya.

 

“Dengan semangat tersebut, PKB Pujakesuma Kota Binjai diharapkan mampu menjawab tantangan zaman sekaligus menjaga warisan budaya tetap hidup dan berkembang,” pungkasnya mengakhiri.

 

Sumber: Sekretariat Biro Pers Gema Pujakesuma Sumatera Utara/Rania

 

 

Artikel Lainnya

Peristiwa

Daerah