Reportika.id || Kota Bekasi — Kelurahan Bintara, Kecamatan Bekasi Barat, mencatatkan capaian penuh dalam pelaksanaan Program Lingkar Beken (Lingkungan RW Bekasi Keren) tahun 2026. Seluruh 17 Rukun Warga (RW) di wilayah tersebut berhasil merealisasikan anggaran sebesar Rp100 juta per RW dan kini memasuki tahapan penyusunan laporan pertanggungjawaban (LPJ).
Di tengah masih adanya sejumlah RW di wilayah lain yang belum dapat menyerap anggaran program, capaian Kelurahan Bintara dinilai menjadi salah satu contoh pelaksanaan yang berjalan sesuai target.
Ketua Forum Komunikasi Rukun Warga (FKRW) Kelurahan Bintara sekaligus Ketua FKRW Kecamatan Bekasi Barat, Ahmad Bisri Mustofa, mengatakan keberhasilan tersebut tidak terlepas dari koordinasi yang dibangun antara pengurus RW, kelurahan, kecamatan, hingga perangkat daerah terkait.
Menurut Bisri, seluruh kegiatan di 17 RW telah selesai dilaksanakan dan seluruh penggunaan anggaran telah melalui proses pemeriksaan oleh tim verifikasi.
“Seluruh kegiatan sudah berjalan sesuai rencana. Anggaran juga sudah direalisasikan dan sekarang memasuki tahap penyusunan LPJ. Verifikasi dari kelurahan maupun kecamatan juga sudah dilakukan,” kata Bisri saat ditemui di Aula Kelurahan Bintara, Jumat (31/7/2026).
Meski demikian, ia mengakui pelaksanaan program tidak sepenuhnya berjalan tanpa hambatan. Perbedaan pemahaman mengenai spesifikasi teknis pekerjaan fisik sempat menjadi kendala sehingga harus dikonsultasikan terlebih dahulu kepada dinas teknis.
Menurut dia, pekerjaan berupa pembangunan jalan lingkungan maupun fasilitas fisik lainnya membutuhkan pendampingan agar pelaksanaannya sesuai ketentuan. Sementara kegiatan pengadaan barang relatif lebih mudah direalisasikan.
Dari total 17 RW penerima program, sebagian besar memilih mengalokasikan anggaran untuk pengadaan sarana dan prasarana. Hanya beberapa RW yang melaksanakan pembangunan fisik, salah satunya di kawasan Pondok Cipta.
Bisri juga menyoroti mekanisme verifikasi yang dilakukan Inspektorat Kota Bekasi. Ia berharap jadwal pemeriksaan ke depan dapat diatur lebih proporsional agar proses evaluasi tidak menumpuk dalam waktu bersamaan.
Menurut dia, kekompakan yang telah dibangun antar-RW menjadi salah satu faktor utama keberhasilan pelaksanaan program di Kelurahan Bintara.
“Forum komunikasi RW rutin mengadakan pertemuan setiap bulan. Semua persoalan dibahas bersama sehingga ketika muncul kendala dapat segera dicarikan solusi,” ujarnya.
Selain koordinasi antarwilayah, pendampingan administrasi dari aparatur kelurahan juga dinilai berperan penting dalam membantu penyusunan dokumen hingga proses pertanggungjawaban anggaran.
Bisri mengaku sempat mendengar informasi mengenai kemungkinan peningkatan nilai anggaran Program Lingkar Beken menjadi Rp150 juta per RW. Namun hingga kini belum ada keputusan resmi dari Pemerintah Kota Bekasi.
Sementara itu, Lurah Bintara Achmad Supriatna mengatakan keberhasilan penyerapan anggaran selama dua tahun berturut-turut merupakan hasil kerja sama seluruh unsur di tingkat kelurahan.
Ia menjelaskan, pada pelaksanaan tahun pertama sebagian besar RW lebih memilih pengadaan barang karena mempertimbangkan keterbatasan waktu dan proses administrasi. Pada tahun kedua, sejumlah RW mulai melaksanakan pembangunan fisik setelah memahami mekanisme pelaksanaan dan pelaporan kegiatan.
Achmad menilai keberadaan Kelompok Masyarakat (Pokmas) juga menjadi bagian penting dalam menjaga transparansi penggunaan anggaran sekaligus memperluas keterlibatan warga dalam setiap kegiatan.
Untuk mendukung pelaksanaan program, pendampingan teknis dilakukan bersama perangkat daerah sesuai jenis pekerjaan, mulai dari Disperkimtan, DBMSDA hingga Dinas Lingkungan Hidup.
Menurut Achmad, masih adanya RW di sejumlah wilayah yang belum menyerap anggaran umumnya dipengaruhi persoalan administrasi, belum terbentuknya Pokmas, maupun proses pergantian kepengurusan RW.
Ia memastikan pihak kelurahan terus melakukan pendampingan sejak penyusunan proposal, penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB), pelaksanaan kegiatan hingga penyelesaian LPJ.
“Capaian ini menunjukkan bahwa keberhasilan program bukan hanya ditentukan oleh besarnya anggaran, tetapi juga oleh koordinasi, pendampingan, serta komitmen seluruh pihak dalam menjalankan setiap tahapan sesuai ketentuan,” kata Achmad.
Sul




