Rabu, Februari 11, 2026
spot_img
spot_img
spot_imgspot_img

Top News

Nasional

Kriminal

Pasca Banjir, Saluran Sekunder di Kecamatan Pebayuran Bekasi di Normalisasi

spot_img

Reportika.id || Kabupaten Bekasi – Pemerintah Kabupaten Bekasi bersama Perum Jasa Tirta (PJT) II melakukan normalisasi Saluran Sekunder (SS) Bendung Kedung Gede (BKG) di wilayah Kecamatan Pebayuran sebagai upaya pemulihan pasca banjir sekaligus mengoptimalkan kembali fungsi irigasi pertanian.

 

Wilayah yang akan dinormalisasi dilakukan pada bentang saluran sepanjang sekitar 25 kilometer mulai dari BKG 15 sampai BKG 40. Meski mencakup wilayah yang cukup panjang, namun pelaksanaannya diprioritaskan pada titik-titik yang dinilai paling urgent dan kritis.

Baca Juga  Plt Kadis TPHBun Lampung Selatan Dinilai Hambat Pendirian KDMP di Sukaraja Palas

 

Camat Pebayuran, Hasyim Adnan Adha, menyampaikan normalisasi tersebut menjadi bagian penting dalam penanganan pasca banjir yang berdampak langsung pada sektor pertanian masyarakat khususnya area sawah-sawah yang berada di wilayah hilir.

 

“Normalisasi ini tujuannya supaya air irigasi bisa kembali mengairi seluruh sawah-sawah yang ada, terutama sawah yang berada di wilayah hilir antara lain seperti Desa Karangharja dan Desa Karangsegar,” ujarnya pada Selasa, (10/02/2026).

 

Adapun dalam pelaksanaannya melibatkan berbagai lintas sektor secara bahu-membahu. Selain pihak Kecamatan Pebayuran, terdapat keterlibatan Koramil 11 Pebayuran, Polsek Pebayuran, Pemdes terkait, BBWS Citarum, PJT II, DSDABMBK, Kementerian Pertanian serta masyarakat setempat.

Baca Juga  Cegah Disinformasi, Menkomdigi Tegaskan Humas Pemerintah Harus Cepat dan Tepat

 

“Kami terus melakukan koordinasi dengan seluruh pihak terkait agar penanganan ini dapat berjalan efektif dan segera terselesaikan dengan maksimal” jelas Hasyim.

 

Lebih lanjut, Hasyim menambahkan, normalisasi telah dilaksanakan sejak akhir bulan Januari 2026. Pihaknya mengharapkan normalisasi ini dapat selesai dalam waktu kurang lebih satu bulan.

 

“Pada pelaksanaannya sebanyak 2 alat berat diturunkan, pertama PJT II menurunkan alat berat berupa excavator di titik BKG 16 dan excavator dari DSDABMBK yang berada di BKG 26,” ungkapnya.

Baca Juga  Pasca Bencana Banjir, Pemkab Bekasi Lakukan Percepatan Normalisasi Sungai CBL dan Ciherang

 

Hasyim berharap, melalui sinergi lintas instansi tersebut, proses normalisasi dapat segera memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya para petani, serta menjadi langkah antisipatif untuk mengurangi potensi banjir dan gangguan irigasi di masa mendatang.

 

Bekasikab/Newsroom

Artikel Lainnya

Peristiwa

Daerah