Kamis, Juli 23, 2026
spot_img
spot_img
spot_imgspot_img

Top News

Nasional

Kriminal

Krisis Air di Musim Kemarau, Warga Desa Huripjaya Bekasi Terpaksa Gunakan Air Selokan

spot_img

Reportika || Kab Bekasi – Kekeringan yang melanda sejumlah daerah di wilayah utara Kabupaten Bekasi berdampak pada krisis air bersih yang dirasakan oleh masyarakat, tepatnya di Desa Huripjaya, Kecamatan Babelan.

Sejak enam bulan terakhir, ratusan warga hanya mengandalkan air yang tersisa di saluran selokan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Warga yang terdampak kekeringan pun mengaku hingga saat ini belum tersentuh oleh bantuan air bersih baik dari pemerintah daerah maupun swasta, mereka khawatir kondisi tersebut diperparah dengan ancaman gangguan kesehatan akibat menggunakan air dari selokan.

Baca Juga  Antrian Pengisian BBM Menjalar Keluar SPBU, Polresta Deli Serdang Lakukan Pengaturan

“Udah setengah tahun selama gak ada turun hujan, warga disini cuma mengandalkan air dari selokan,” kata Halifah (32), Jumat (20/9/24)..

Dirinya mengungkapkan terpaksa harus menggunakan air di aliran selokan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, seperti memasak, mandi dan mencuci pakaian. Karena krisis air bersih yang berkepanjangan, dan sudah lama tidak lagi ada hujan yang turun di wilayah tersebut.

“Air yang kita ambil dari selokan ini terpaksa buat dipake sehari-hari di rumah seperti buat memasak, mandi dan mencuci pakaian,” kata Halifah.

Baca Juga  Kericuhan Sidang di PN Bangko Disesalkan Kejari Merangin, Kasi Pidum: Penegakan Hukum Tak Bisa Diintervensi

“Selama ini kita belum pernah ngerasain dapet bantuan air bersih dari pemerintah, makanya kita berharap mudah-mudahan adanya bantuan air bersih buat mandi masak di rumah biar gak ngandelin air dari selokan lagi,” tutupnya.

Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi, mencatat sedikitnya delapan kecamatan di daerah itu berdasarkan hasil pemantauan lapangan mengalami krisis air bersih karena terdampak kekeringan.

“Total ada 29 desa di delapan Kecamatan se-Kabupaten Bekasi terdampak kekeringan dan kondisi saat ini mengalami krisis air bersih,” jelas Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bekasi Muchlis.

Baca Juga  Putra Asli Binjai, Muhammad Indra Sahputra, Kutuk Keras Peredaran Narkoba di Binjai: "Jangan Biarkan Kota Kami Dihancurkan"

Muchlis meng-klaim distribusi air bersih sudah dilakukan pihaknya bersama perangkat daerah lainnya. Selain mengirim air bersih, pemerintah daerah juga memberikan bantuan air siap konsumsi dalam bentuk galon dan air mineral kemasan.

“Kami juga memberikan tempat penampungan air bersih atau toren kepada warga di wilayah yang kesulitan mengakses bantuan,” ujarnya.

“Wilayah terdampak kekeringan itu meliputi Kecamatan Sukawangi, Babelan, Muaragembong, Cabangbungin, Pebayuran, Karangbahagia, Bojongmangu, dan Cibarusah,” ucapnya.

Red

Artikel Lainnya

Peristiwa

Daerah