Kamis, September 24, 2026
spot_img
spot_img
spot_imgspot_img

Top News

Nasional

Kriminal

DP3A Kota Bekasi Kampanyekan “Misi Teman Baik”, Ajak Siswa Berani Lawan Perundungan

spot_img

Reportika.id || Kota Bekasi — Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Bekasi terus mendorong terciptanya lingkungan sekolah yang aman dan ramah bagi anak. Salah satunya melalui sosialisasi pencegahan perundungan atau anti-bullying bertajuk “Misi Teman Baik”.Kamis (03/09/2026).

 

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program strategis DP3A Kota Bekasi dalam mengampanyekan gerakan perlindungan anak sekaligus meningkatkan kesadaran pelajar mengenai bahaya perundungan di lingkungan sekolah maupun tempat bermain.

 

Melalui kegiatan ini, para siswa diberikan pemahaman agar berani bersuara atau speak up ketika mengalami maupun menyaksikan tindakan perundungan. Mereka juga diajak untuk saling menjaga, membangun empati, serta memberikan dukungan kepada teman.

 

Kepala SD Negeri Jakasampurna IV, Ida Saidah, menyambut positif kegiatan tersebut. Menurutnya, sosialisasi seperti ini penting untuk membuka wawasan anak mengenai bentuk-bentuk kekerasan, penyebab, serta dampak yang dapat ditimbulkan dari perilaku perundungan.

Baca Juga  Dr. Agus Purwanto Daftar Calon Ketum MD KAHMI Binjai 2026-2031, Usung Gagasan "Sinergy of Transformation"

 

“Tujuannya agar anak-anak tidak melakukan kekerasan, baik di sekolah maupun di tempat bermain. Dengan adanya sosialisasi ini, pikiran anak-anak menjadi lebih terbuka dan mereka mengetahui bagaimana bullying itu, apa penyebabnya, serta apa akibatnya jika melakukan kekerasan,” ujar Ida.

 

Ida menjelaskan, sosialisasi tersebut digelar DP3A Kota Bekasi bersama Universitas Muhammadiyah Bekasi. Materi disampaikan dengan metode yang disesuaikan dengan karakter anak, salah satunya melalui permainan edukatif.

 

Menurut dia, pendekatan tersebut membuat siswa lebih antusias mengikuti kegiatan. Pesan mengenai perundungan tidak hanya disampaikan secara formal, tetapi dikemas melalui permainan, tepuk tangan, serta aktivitas kelompok.

Baca Juga  Persoalan Limbah dan Polusi Memuncak, Ratusan Warga Sawit Seberang Geruduk PKS PTPN IV REGIONAL 2

 

“Anak-anak menjadi bersemangat. Penyampaiannya menggunakan game-game yang seru sehingga lebih mudah masuk ke pikiran anak-anak,” katanya.

 

Dalam kegiatan tersebut, siswa juga diajarkan pentingnya memberikan dukungan kepada teman. Ketika seorang teman berhasil atau menang dalam permainan, siswa diajak memberikan apresiasi. Sebaliknya, ketika ada teman yang kalah, mereka tidak diperbolehkan mengejek, tetapi harus memberikan semangat.

 

“Kalau ada anak yang kalah tidak boleh disoraki atau diejek, tetapi harus diberi semangat. Misalnya dengan mengatakan, ‘ayo kamu pasti bisa’. Jadi anak-anak belajar memberikan dukungan kepada temannya,” tutur Ida.

 

Sosialisasi “Misi Teman Baik” tersebut diikuti siswa kelas IV, V, dan VI SD Negeri Jakasampurna IV.

Baca Juga  Pengurus HMI Komisariat Al-Ishlahiyah Cabang Binjai Resmi Dampingi Pendaftaran Dr. Agus Purwanto,S.Pd., M.Kesos sebagai Calon Ketum MD KAHMI Kota Binjai

 

Ida menilai kegiatan tersebut memberikan dampak positif karena tidak hanya mengenalkan istilah bullying, tetapi juga membantu siswa memahami mengapa perundungan tidak boleh dilakukan serta konsekuensi yang dapat ditimbulkannya.

 

“Kami sangat merespons positif. Kegiatan ini bisa memotivasi anak-anak untuk memahami apa itu bullying, mengapa mereka tidak boleh melakukan kekerasan, dan apa akibatnya bagi ke depannya,” ujarnya.

 

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan. Edukasi sejak dini dinilai penting agar budaya saling menghargai dan menjaga antarsiswa dapat tumbuh sehingga sekolah benar-benar menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi anak.

 

Sul

Artikel Lainnya

Peristiwa

Daerah