Reportika.id || Kota Bekasi – Program Dana RW sebesar Rp100 juta yang digulirkan Pemerintah Kota Bekasi melalui Program Lingkungan Bekasi Keren (Lingkar Beken) mulai direalisasikan di Kelurahan Kranji, Kecamatan Bekasi Barat.
Dari total 16 RW, sebanyak 15 RW memutuskan mengikuti program tersebut pada tahun 2026, sementara satu RW memilih tidak berpartisipasi.
Ketua RW 012. Kelurahan Kranji sekaligus Sekretaris Forum Komunikasi Rukun Warga (FKRW) Kelurahan Kranji, Heru Nurohman menjelaskan, tingkat partisipasi tahun ini sama seperti tahun sebelumnya. Mayoritas pengurus RW memanfaatkan anggaran untuk pembangunan infrastruktur lingkungan yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Hampir 80 persen anggaran digunakan untuk pembangunan infrastruktur, seperti perbaikan saluran drainase, renovasi kantor RW dan aula, pembangunan sumur resapan, gapura, hingga bank sampah. Berbeda dengan tahun lalu yang lebih banyak digunakan untuk belanja barang,” ujarnya.
Menurutnya, manfaat program tersebut menjadi alasan utama para ketua RW kembali mengikuti program meski proses administrasi dan penyusunan laporan pertanggungjawaban (LPJ) dinilai cukup rumit.
“Teman-teman RW merasakan langsung manfaatnya. Walaupun pelaporannya cukup berat, mereka tetap siap mempertanggung jawabkan penggunaan anggaran karena hasilnya benar-benar dirasakan warga,” katanya.

Ia berharap pemerintah dapat memperkuat pendampingan teknis, mulai dari proses pelaksanaan hingga penyusunan LPJ, agar tidak ada lagi keraguan di kalangan pengurus RW dalam memanfaatkan anggaran.
“Kami berharap sosialisasi dan bimbingan teknis diperbanyak sehingga seluruh RW memahami aturan penggunaan anggaran dan tidak takut menjalankan program ini,” tambahnya.
Di wilayah RW 12, dana program Lingkar Beken kembali difokuskan untuk pembangunan saluran air. Tahun lalu pembangunan dilakukan di RT 02 dan RT 03, sedangkan tahun ini pekerjaan dilanjutkan di RT 01 dan RT 04 dengan total panjang saluran sekitar 110 meter.
Strategi tersebut dilakukan agar persoalan drainase yang selama ini menjadi keluhan warga dapat diselesaikan secara bertahap sesuai kebutuhan di masing-masing RT.
Ketua RT 01 RW 12, Wahyudin, mengaku pembangunan drainase melalui dana hibah RW membawa perubahan besar bagi lingkungannya yang selama puluhan tahun menjadi langganan banjir.
Menurutnya, sebelumnya saluran air dibangun secara swadaya dengan ukuran yang tidak seragam sehingga saat hujan deras air meluap hingga masuk ke rumah warga.
“Alhamdulillah sekarang pembangunan saluran air sudah hampir selesai. Warga sangat bersyukur karena selama ini daerah kami sering kebanjiran. Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Wali Kota Tri Adhianto atas program yang sangat membantu masyarakat,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua RW 03 Yakub mengatakan dana Rp100 juta dimanfaatkan untuk beberapa kegiatan prioritas, yakni renovasi balai warga RT 05 sebesar Rp37 juta, renovasi bank sampah sekitar Rp20 juta, serta pemasangan CCTV lingkungan dengan sisa anggaran sekitar Rp42 juta.
Ia menilai program tersebut mampu mempercepat pembangunan lingkungan yang selama ini harus menunggu realisasi usulan melalui Musrenbang.
“Dulu usulan pembangunan bisa menunggu bertahun-tahun. Dengan adanya dana Rp100 juta per RW, kebutuhan masyarakat bisa langsung ditangani sesuai prioritas lingkungan,” katanya.
Yakub juga berharap proses pemeriksaan administrasi ke depan semakin efektif dengan tetap memperhatikan kenyamanan para pengurus RW yang menjalani pemeriksaan.
Program Lingkar Beken menjadi salah satu upaya Pemerintah Kota Bekasi untuk mempercepat pembangunan berbasis lingkungan melalui pelibatan langsung pengurus RT dan RW.
Di Kelurahan Kranji, program tersebut dinilai telah memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas infrastruktur, penanganan banjir, serta penguatan fasilitas sosial masyarakat.
Sul




