Reportika.id || Binjai, Sumut – Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Institut Syekh Abdul Halim Hasan Binjai secara resmi menyatakan mengundurkan diri dari Aliansi BEM Nusantara. Keputusan tersebut merupakan hasil musyawarah, evaluasi, dan pertimbangan organisasi yang dilaksanakan secara internal dengan berpedoman pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) DEMA serta mekanisme kelembagaan yang berlaku.
Presiden Mahasiswa DEMA Institut Syekh Abdul Halim Hasan Binjai, Ilham Ramadan Ginting, menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil setelah DEMA melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap hubungan kelembagaan dengan Aliansi BEM Nusantara.
Menurut Ilham, berdasarkan hasil evaluasi internal, DEMA INSAN Binjai berpandangan bahwa arah keberjalanan organisasi Aliansi BEM Nusantara tidak lagi selaras dengan visi, nilai, prinsip perjuangan, serta kaidah organisasi yang dianut oleh DEMA Institut Syekh Abdul Halim Hasan Binjai. Selain itu, DEMA INSAN Binjai menilai arah gerakan yang dijalankan sudah tidak lagi mencerminkan efektivitas perjuangan mahasiswa yang berorientasi pada kepentingan masyarakat, kemajuan pendidikan, dan penguatan fungsi kontrol sosial mahasiswa.
“Keputusan ini bukan lahir karena kepentingan sesaat ataupun konflik antarlembaga, melainkan merupakan hasil evaluasi organisasi yang objektif. Kami memandang bahwa DEMA INSAN Binjai harus tetap menjaga independensi, marwah kelembagaan, serta memastikan setiap langkah perjuangan organisasi benar-benar berpihak pada kepentingan mahasiswa dan masyarakat. Ketika arah tersebut kami nilai sudah tidak lagi sejalan dengan visi dan nilai yang kami pegang, maka organisasi memiliki kewajiban moral dan konstitusional untuk menentukan sikap,” ujar Ilham Ramadan Ginting.
Lebih lanjut, Ilham menegaskan bahwa keputusan tersebut tidak menutup ruang kolaborasi dengan organisasi mahasiswa lainnya. DEMA INSAN Binjai tetap membuka diri untuk bekerja sama dengan seluruh elemen gerakan mahasiswa yang memiliki komitmen terhadap nilai-nilai demokrasi, independensi organisasi, serta perjuangan yang berorientasi pada kepentingan rakyat.
Dalam kesempatan yang sama, Ilham juga memberikan penegasan terkait penggunaan nama DEMA INSAN Binjai setelah diterbitkannya pernyataan sikap tersebut.
“Kami menegaskan bahwa sejak ditetapkannya pernyataan sikap ini, DEMA Institut Syekh Abdul Halim Hasan Binjai bukan lagi bagian dari Aliansi BEM Nusantara. Oleh karena itu, kami menyayangkan apabila masih terdapat individu maupun lembaga yang mengatasnamakan DEMA INSAN Binjai dalam forum, kegiatan, publikasi, pernyataan, ataupun dokumen yang berkaitan dengan Aliansi BEM Nusantara. Segala bentuk penggunaan nama, logo, atribut, maupun representasi DEMA INSAN Binjai tanpa persetujuan resmi organisasi adalah tindakan yang tidak memiliki mandat dan tidak memiliki legitimasi kelembagaan dari DEMA Institut Syekh Abdul Halim Hasan Binjai. Dengan demikian, segala sikap, keputusan, maupun aktivitas yang mengatasnamakan DEMA INSAN Binjai dalam lingkup Aliansi BEM Nusantara setelah pernyataan ini diterbitkan sepenuhnya berada di luar tanggung jawab organisasi kami,” Pungkasnya.
Sebagai organisasi kemahasiswaan, DEMA Institut Syekh Abdul Halim Hasan Binjai menegaskan komitmennya untuk tetap menjalankan fungsi kontrol sosial, advokasi, dan pengabdian kepada masyarakat secara independen, objektif, dan bertanggung jawab. DEMA INSAN Binjai meyakini bahwa gerakan mahasiswa harus senantiasa berpijak pada nilai intelektualitas, integritas, keberpihakan kepada masyarakat, serta konsistensi dalam mengawal kepentingan publik demi terwujudnya perubahan yang konstruktif.
Ran




