Kamis, Mei 28, 2026
spot_img
spot_img
spot_imgspot_img

Top News

Nasional

Kriminal

Tak Jauh dari Kantor Polsek Tabir Ulu, Tambang Emas Ilegal Milik Dasri Beroperasi Bebas: Warga Curiga Ada Permainan Aparat

spot_img

Reportika.id || Merangin, Jambi – Aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) ternyata masih berlangsung bebas dan tanpa hambatan di wilayah Kecamatan Tabir Ulu, Kabupaten Merangin, Jambi. Yang memprihatinkan, lokasi penambangan ilegal ini justru berada di Muara Jernih, tidak jauh dari kantor Polsek Tabir Ulu, tempat aparat penegak hukum seharusnya menjaga ketertiban dan menegakkan aturan hukum.

 

Berdasarkan informasi dan keterangan yang dihimpun dari warga setempat, alat berat berupa ekskavator yang digunakan untuk mengeruk tanah demi mencari emas itu diketahui milik seorang warga bernama Dasri. Warga di lokasi menyebutkan secara gamblang keberadaan aktivitas tersebut.

 

“Iya bang, itu alat berat yang sedang mengeruk tambang emas ilegal di dekat Polsek itu milik salah seorang bernama Dasri. Dia beroperasi di Muara Jernih, dekat sekali kantor polisi, tapi berjalan terus tanpa ada yang mengganggu,” ungkap salah satu warga yang enggan disebutkan identitasnya, Selasa (26/5/2026).

Baca Juga  Plt Bupati Bekasi Soroti Pasar Cikarang Semrawut, Penataan Total Jadi Pertimbangan

 

Kondisi ini menjadi kontradiksi yang sangat nyata. Selama ini, pihak Polsek Tabir Ulu kerap mengeluarkan himbauan bahkan larangan keras agar tidak ada lagi warga maupun pihak lain yang melakukan aktivitas penambangan emas tanpa izin di wilayah hukum mereka. Namun, fakta di lapangan berbicara lain. Larangan dan imbauan itu dirasakan warga hanya sekadar seremonial belaka, manakala kenyataannya aktivitas PETI justru makin merajalela.

 

Bukan hanya satu dua titik, warga menuding ada ratusan titik penambangan emas tanpa izin yang tersebar di wilayah Kecamatan Tabir Ulu. Yang lebih membuat masyarakat bertanya-tanya dan geram, kenapa penambangan skala kecil yang menggunakan alat sederhana kerap menjadi sasaran tindakan, sementara mereka yang bermain besar dengan menggunakan alat berat seperti ekskavator milik Dasri justru bisa beroperasi dengan bebas tanpa rasa takut maupun hambatan berarti?

Baca Juga  Trafik Long Weekend Kenaikan Yesus Kristus Ramai, Ferry Kini Jadi Moda Utama Pilihan Masyarakat

 

Kondisi ini memunculkan kecurigaan publik yang sangat besar. Masyarakat meragukan ketidaktahuan pihak kepolisian atas keberadaan alat berat tersebut. Pasalnya, lokasinya sangat dekat dengan kantor Polsek, sangat terlihat jelas, dan aktivitasnya berlangsung siang malam. Mustahil rasanya aparat tidak mengetahui apa yang sedang terjadi tepat di bawah hidung mereka.

 

“Mana mungkin aparat tidak tahu? Alat besar milik Dasri, lokasi dekat kantor polisi, beroperasi terus. Ada apa sebenarnya? Dugaan kuat kami, ada kongkalikong atau permainan di balik layar antara oknum aparat penegak hukum dengan pelaku tambang ilegal. Kalau tidak ada jaminan atau kesepakatan tertentu, mana berani mereka beroperasi semena-mena begini,” tegas warga dengan nada sindiran keras.

 

Ketiadaan tindakan tegas terhadap keberadaan ekskavator milik Dasri dan ratusan titik tambang liar lainnya kini memicu kekecewaan mendalam masyarakat terhadap kinerja Polsek Tabir Ulu. Warga pun akhirnya berharap agar pihak yang berwenang lebih tinggi, yakni Polres Merangin hingga Polda Jambi, segera turun tangan langsung ke lapangan.

Baca Juga  Polda Lampung Perkuat Patroli QR Presisi, Respons Cepat Tekan Kejahatan Jalanan

 

Masyarakat menuntut agar dilakukan pengecekan silang (croscek) dan penindakan tegas terhadap aktivitas ilegal tersebut. Apabila Polsek Tabir Ulu dinilai tidak mampu atau tidak berdaya menindak pelaku, maka sudah sepatutnya pihak dari daerah atau Polda Jambi yang turun langsung untuk melakukan pembersihan dan penertiban pos-pos penambangan emas tanpa izin yang kini seolah berkuasa di wilayah Tabir Ulu.

 

Warga mengingatkan, keberadaan hukum dan aparat penegak hukum bukan sekadar pajangan. Jika aturan tidak berlaku sama rata dan masih ada yang dilindungi, maka kepercayaan publik terhadap kepolisian di wilayah Merangin akan semakin runtuh. Hukum harus ditegakkan, bukan dipilih-pilih sesuai kepentingan pihak tertentu saja.

 

Benn

Artikel Lainnya

Peristiwa

Daerah