Reportika.id || Lampung Selatan – Ditengah situasi publik terfokus pada situasi menegangkan terhadap aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) yang menebarkan abu vulkanik ke sejumlah daerah baik di Provinsi lampung dan Provinsi Banten, dan sejumlah wilayah lainnya, yang terjadi sejak Juma’t 4/9/2026 hingga Sabtu 5/9/2026.
Beredar informasi di jagad pemberitaan sebuah kapal motor yang membawa sejumlah jurnalis hilang kontak di perairan Selat Sunda sejak Senin (7/9/2026).
Dilansir dari berbagai sumber media, petugas tim SAR gabungan dari Ditpolairud Polda Banten, Mabes Polri, dan Basarnas saat ini telah bergerak melakukan pencarian di lokasi titik terahir terputusnya kontak para jurnalis tersebut.
Dirpolairud Polda Banten Kombes Pol Eko Hartanto, dalam keterangan resminya di media mengatakan bahwa rombongan bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, pada Senin pukul 14.00 WIB menggunakan speedboat untuk meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Dikatakannya, Komunikasi terakhir terjadi pada pukul 14.42 WIB saat korban mengirimkan titik lokasi (share location), sebelum akhirnya hilang kontak pada pukul 15.04 WIB.
Diketahui terdapat 7 orang berada di dalam kapal tersebut.
Diantaranya ada Lima teridentifikasi, Antara lain :
- M. Bagus Khoirunnas (Jurnalis Antara)
- Ari Basuki (Jurnalis Merdeka)
- Yudhis (Jurnalis iNews)
- Daus (Jurnalis Anadolu Agency)
- Donal (Pekerja Lepas/Freelance)
- (Dua korban lainnya masih dalam proses pendataan identitas).
Operasi SAR dilakukan sejak Selasa sore pukul 17.27 WIB dengan Kapal Basarnas KN. TETUKA dari Pelabuhan BBJ Bojonegara menuju titik lokasi terakhir (Last Known Position/LKP) meski terkendala jarak pandang masih adanya sebaran abu vulkanik.
Tim SAR gabungan bersama instansi terkait terus berupaya maksimal melakukan penyisiran di area titik terakhir terputusnya kontak para jurnalis tersebut.
( Agusnadi )




