Rabu, Juli 15, 2026
spot_img
spot_img
spot_imgspot_img

Top News

Nasional

Kriminal

Pendidikan Disandera Kepentingan Elite! BEM Nusantara DIY Deklarasikan Perlawanan Nasional

spot_img

Reportika.id || Yogyakarta – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) secara resmi membacakan Pernyataan Sikap bertajuk “Kegagalan Sistemik Pendidikan Nasional” di Yogyakarta, Sabtu (21/2/2026).

 

Dalam momentum tersebut, mahasiswa menyatakan sikap tegas terhadap arah kebijakan pendidikan yang dinilai semakin jauh dari cita-cita keadilan sosial.

 

Pernyataan sikap dibacakan langsung oleh Koordinator Daerah BEM Nusantara DIY, Muhammad Miftahun Ni’am. Dalam orasinya, ia menegaskan bahwa pendidikan nasional saat ini telah “disandera oleh kepentingan elite” dan terjebak dalam pusaran birokrasi serta komersialisasi.

Baca Juga  Ketua KMMB Sumut Pertanyakan Integritas Penegak Hukum, Laporan hingga Aksi Demonstrasi Dugaan Pungli Pupuk Subsidi Diduga Dipeti Es-kan

 

Menurutnya, berbagai kebijakan digitalisasi dan standarisasi administratif telah membebani guru dan dosen secara berlebihan. Alih-alih memperkuat kualitas pembelajaran, sistem tersebut justru mendorong tenaga pendidik untuk lebih sibuk memenuhi target laporan berbasis aplikasi dibanding membangun relasi kemanusiaan dengan peserta didik.

 

Di sektor pendidikan tinggi, BEM Nusantara DIY turut menyoroti kebijakan Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH) yang dinilai membuka ruang komersialisasi kampus. Kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT) serta hadirnya skema pinjaman pendidikan dianggap sebagai bentuk lepas tangan negara terhadap tanggung jawab pembiayaan pendidikan publik.

Baca Juga  DEMA INSAN Binjai Resmi Keluar dari Aliansi BEM Nusantara

 

Selain persoalan biaya, mahasiswa juga menyoroti meningkatnya tekanan mental di kalangan pelajar dan mahasiswa. Sistem kompetisi akademik yang ketat tanpa dukungan psikologis memadai dinilai berkontribusi pada maraknya perundungan dan krisis kesehatan mental di lingkungan pendidikan.

 

Dalam pernyataan sikapnya, BEM Nusantara DIY menyampaikan empat tuntutan utama: menghentikan birokratisasi digital yang berlebihan, mencabut status PTN-BH, menyediakan layanan psikolog klinis gratis di setiap jenjang pendidikan, serta menindak tegas pimpinan institusi pendidikan yang terbukti lalai dalam menangani kekerasan dan perundungan.

Baca Juga  Soroti Transparansi Pembayaran di SMAN/SMKN Kediri, LSM RATU Bakal Gelar Aksi

 

Aksi ditutup dengan seruan konsolidasi mahasiswa dan rakyat untuk mengawal agenda reformasi pendidikan secara nasional.

 

BEM Nusantara DIY menegaskan bahwa pernyataan ini bukan sekadar simbolik, melainkan awal dari gerakan yang lebih luas untuk menghadirkan pendidikan yang adil, ilmiah, dan demokratis di Indonesia.

 

Rania

Artikel Lainnya

Peristiwa

Daerah