Rabu, Juli 15, 2026
spot_img
spot_img
spot_imgspot_img

Top News

Nasional

Kriminal

Sawah di Kecamatan Palas Terkepung Banjir, Petani Menjerit

spot_img

Reportika.co.id || Lampung Selatan, Lampung – Akibat hujan lebat yang mengguyur sejak Jum’at malam, Mengakibatkan Ribuan hektare tanaman padi di kecamatan Palas Lampung Selatan terancam mati karna terendam air.

 

Lokasi pesawahan yang baru berumur 15 hingga 30 hari terendam air, setidaknya ada 1012 Hektar akan mengalami gagal tanam dan bakal berdampak masa panen yang mundur karna akan tanam ulang.

 

Hal itu juga akan berdampak pengeluaran petani yang membengkak, hal ini yang di keluhkan semua petani saat sekarang ini.

Baca Juga  Diduga Jadi Provokator Penganiayaan Wartawan Saat Liputan Sidang di PN Bangko, Kades Ranah Alai Dipolisikan

 

“Pasti akan mengalami kemunduran mas panen MT 1 2025 ini,” tutur UPTD Pertanian Palas Uning, Minggu, (19/1/2025).

 

Dia juga menambahkan kebanyakan aliran air naik hingga limpas diatas saluran sekunder maupun primer meluap hingga masuk ke areal persawahan.

 

laporan Gapoktan di Palas dari kemarin sampai saat ini makin bertambah yang terendam banjir, karna curah hujan kemarin.

 

Luas lahan tanaman padi yang terdampak banjir sesuai laporan berjumlah 1012 hektare, yang terendam banjir diperkirakan Bahkan luasan tersebut akan bertambah karna diperkirakan cuaca curah hujan akan terus bertambah. Sabtu 19/1/2025.

Baca Juga  Polisi Gagalkan Pengiriman Senjata Api Rakitan ke Pulau Jawa, Penerima Paket Akui Tiga Kali Beraksi Begal di Serang

 

Ia berharap tinggal nunggu air surut sambil dilaporkan di inventarisir di data selanjutnya karena kewenangan ada di perjanjian yang lebih punya kewenangan untuk memberikan solusinya.

 

Dan ia juga sudah melaporkan memastikan angkanya sesuai dengan pelaporan dari gapoktan kepada yang mempunyai kewenangan jadi harapan ke depan pada petani kalau Kondisinya masih seperti ini 45 hari ke depan masih seperti ini Ya jelas nanti masa tanam jadi mundur pasca panen juga mundur sedangkan untuk saat ini petani mengharapkan bantuan bibit.

Baca Juga  Chairun Nisa Serap Aspirasi Warga: Turap Kali, PJU, Hingga Keringanan Retribusi Sekolah Jadi Prioritas

 

Made.

Artikel Lainnya

Peristiwa

Daerah