Jumat, Februari 6, 2026
spot_img
spot_img
spot_imgspot_img

Top News

Nasional

Kriminal

Bro Qimung Dorong Penguatan Ketahanan Pangan di Kota Bekasi Lewat Reses DPRD

spot_img

Reportika.id || Kota Bekasi – Anggota DPRD Kota Bekasi asal dari partai PKB, Ahmad Murodi S.PD atau yang akrab disapa Bro Qimung, menggelar kegiatan reses di daerah pemilihannya, Kecamatan Pondok Gede, untuk menyerap langsung aspirasi masyarakat.

 

Kegiatan yang digelar di Kelurahan Jaticempaka itu turut dihadiri oleh Lurah Jaticempaka Edi Djunaedi, ST., M. Si beserta jajaran staf, tokoh masyarakat, dan perwakilan Karang Taruna setempat.

 

Dalam dialog tersebut, warga RT 04/RW 06 menyampaikan beragam aspirasi, mulai dari perbaikan infrastruktur jalan lingkungan, penerangan jalan umum (PJU), hingga penguatan program ketahanan pangan di wilayah padat penduduk.

Baca Juga  Gerak Cepat Polres Metro Bekasi, Operasi Senyap Subuh Amankan Penjual Obat Keras di Kampung Kavling
Ahmad murodi atau Bro Qimung saat reses

 

Bro Qimung menegaskan, fokus utama dalam reses kali ini adalah memperkuat ketahanan pangan di tingkat lokal.

 

“Reses kali ini kami dorong agar program ketahanan pangan bisa berjalan nyata, tidak hanya sebatas pelatihan tanpa tindak lanjut,” ujar Bro Qimung saat ditemui di Jaticempaka, Pondok Gede.

 

Selain sektor pangan, ia juga memaparkan sejumlah program infrastruktur yang sedang direalisasikan di wilayahnya.

 

“Untuk PJU, dalam dua minggu ke depan akan dipasang di 33 titik. Pengaspalan jalan lingkungan dan perbaikan saluran air juga sudah mulai dikerjakan secara bertahap,” jelasnya.

Baca Juga  Musim Hujan Selalu Banjir, Warga Sentul Cikampek Selatan Butuh Solusi Kongkrit

 

Terkait ketahanan pangan, Bro Qimung menyoroti pentingnya dukungan terhadap kelompok usaha kecil seperti peternak kambing. Menurutnya, warga membutuhkan akses modal serta pendampingan usaha agar mampu meningkatkan produktivitas dan kualitas ternak.

 

“Saya akan kawal program ini melalui Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Kota Bekasi. Jangan sampai hanya pelatihan tanpa realisasi. Kita ingin ada keberlanjutan, misalnya lewat kerja sama dengan rumah akekah atau mitra lokal lainnya,” tegasnya.

 

Lebih lanjut, Bro Qimung menekankan bahwa ketahanan pangan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, tetapi harus menjadi hasil kolaborasi semua pihak.

Baca Juga  Bukan dengan Politik Praktis, Muhammadiyah Rawat Bhineka Tunggal Ika Lewat Gerakan Sosial

 

“Kemandirian pangan harus dibangun bersama. Pemerintah menyediakan program dan fasilitas, sementara masyarakat berperan aktif menjaga keberlanjutan,” ujarnya.

 

Ia berharap, sinergi antara pemerintah, DPRD, dan masyarakat dapat memperkuat ketahanan pangan di Kota Bekasi.

 

“Kita ingin masyarakat Bekasi tidak hanya bergantung pada bantuan, tapi mampu mandiri dan berdaya secara ekonomi melalui sektor pangan,” pungkasnya.

 

Sule

Artikel Lainnya

Peristiwa

Daerah