Kamis, April 2, 2026
spot_img
spot_img
spot_imgspot_img

Top News

Nasional

Kriminal

Wawali Bekasi Tekankan Kualitas dan Pengawasan Program Makan Bergizi Gratis

spot_img

Reportika.id || Kota Bekasi — Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, menghadiri Rapat Koordinasi dan Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digelar di Ballroom Hotel Santika Harapan Indah, Kota Bekasi, Selasa (31/3/2026).

 

Rapat tersebut dipimpin Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan Badan Gizi Nasional, Mayjen (Purn) TNI Dadang Hendrayuda, serta dihadiri unsur Forkopimda dan dinas terkait.

 

Dalam arahannya, Dadang menegaskan bahwa program MBG merupakan kebijakan strategis Presiden RI yang tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi, tetapi juga sebagai fondasi menciptakan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing. Ia meminta seluruh pemerintah daerah berperan aktif agar program berjalan efektif dan merata.

Baca Juga  Update Jalur Mudik Penyebrangan Merak- Bakauheni H-4, Jumlah Kendaraan Turun 7-8% di Banding Tahun Lalu

 

Rapat lintas sektor ini membahas percepatan penguatan sistem monitoring, pendataan penerima manfaat, hingga evaluasi pelaksanaan program di daerah. Selain itu, tata kelola MBG juga diarahkan agar berjalan transparan, akuntabel, serta memiliki sistem pengawasan yang terintegrasi.

 

Seluruh tahapan pelaksanaan, mulai dari perencanaan, penganggaran, standar keamanan pangan, hingga distribusi, harus berada dalam kontrol yang jelas dan terukur.

 

Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan rapat ini sebagai bentuk komitmen menjaga kualitas program MBG.

Baca Juga  H+4 Arus Balik di Pelabuhan Bakauheni Terpantau Ramai Lancar

 

Ia menegaskan, pemerintah daerah siap mengambil peran strategis melalui pendampingan, mitigasi risiko, serta pengawasan agar pelaksanaan program sesuai dengan aturan yang berlaku.

 

Menurutnya, evaluasi ini penting untuk memastikan makanan yang diterima masyarakat benar-benar memiliki kualitas gizi yang baik dan aman dikonsumsi.

 

Harris juga menekankan bahwa dapur MBG wajib memenuhi standar ketat, mulai dari sertifikasi halal, laik higiene sanitasi, hingga pengelolaan limbah (IPAL). Selain itu, pengolahan makanan harus dilakukan oleh tenaga yang kompeten serta didukung sistem pengendalian keamanan pangan dan uji kualitas air.

Baca Juga  Kisruh Pimpinan di Lebak Disorot Nasional, Yohanes Oci: Ganggu Koordinasi, Minta Gubernur hingga Mendagri Turun Tangan

 

“Semua standar itu harus dipenuhi agar kejadian yang tidak diinginkan tidak terulang. Kita ingin memastikan makanan yang diberikan sehat, bersih, dan berkualitas,” tegasnya.

 

Pemerintah Kota Bekasi pun menyambut baik program MBG sebagai langkah strategis dalam menciptakan generasi unggul, sekaligus berkontribusi dalam menekan angka stunting dan kemiskinan di daerah.

 

(Dokpim/Sule)

Artikel Lainnya

Peristiwa

Daerah