Reportika.id || Bekasi Kota — Sejumlah ibu wali murid di RW 011 Pulo Gede, Kelurahan Jakasampurna, Kecamatan Bekasi Barat, mengeluhkan kualitas dan kelayakan menu dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai tidak sesuai dengan tujuan pemenuhan gizi anak.
Salah satu wali murid dari Sekolah Dasar Negeri di wilayah Jakasampurna menyampaikan bahwa menu MBG yang diterima anaknya kerap hanya terdiri dari tiga item sederhana.
“Anak saya pernah hanya dapat kurma, susu, dan jagung. Hari berikutnya cuma roti, pisang, dan bubur kacang hijau,” ujarnya.
Ia menuturkan, pada awal pelaksanaan program MBG, menu yang disajikan masih cukup baik dan layak konsumsi. Namun, dalam beberapa waktu terakhir, kualitas makanan dinilai semakin menurun.Bahkan, beberapa kali ditemukan makanan yang diduga sudah tidak layak, seperti nasi dan lauk yang basi.
“Sekarang sering hanya pisang rebus, jagung rebus, ubi rebus, dan kacang-kacangan. Pisangnya kecil dan sudah menghitam, seperti tidak segar. Pernah juga telur bebek berbau dan puding yang sudah basi,” ungkapnya.
Meski demikian, para wali murid mengaku tetap bersyukur dengan adanya program MBG sebagai bagian dari program pemerintah yang bertujuan meningkatkan asupan gizi anak. Namun mereka berharap kualitas, kebersihan, dan kandungan gizi makanan dapat ditingkatkan.
“Ini program besar pemerintah. Anak-anak seharusnya mendapatkan makanan bergizi yang seimbang, ada karbohidrat, protein, dan lainnya yang terukur,” katanya.
Keluhan serupa juga disampaikan pihak sekolah. Kepala sekolah bersama guru koordinator penyaluran MBG, Julaeha, menyebutkan bahwa pihak sekolah telah beberapa kali menyampaikan keberatan kepada pihak dapur MBG maupun kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
“Kami sudah komplain, tapi jawabannya hanya akan dijadikan bahan evaluasi, belum ada perubahan,” ujar Julaeha.
Awak media juga telah mendatangi dapur MBG di RW 011, Kelurahan Jakasampurna, namun hingga berita ini diturunkan, kepala SPPG belum dapat ditemui untuk memberikan keterangan resmi.
Sementara itu, Camat Bekasi Barat, Sudarsono, juga sempat melakukan inspeksi mendadak ke dapur MBG tersebut. Namun, dalam sidak itu, pihak yang berwenang yakni kepala SPPG tidak berada di tempat.
Para wali murid berharap pemerintah daerah segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG, agar kualitas makanan yang diberikan benar-benar layak konsumsi dan memenuhi kebutuhan gizi anak.
Sul




