Sabtu, Februari 7, 2026
spot_img
spot_img
spot_imgspot_img

Top News

Nasional

Kriminal

Umat Hindu Bali Agung Palas, Laksanakan Kegiatan Melasti

spot_img

Reportika.co.id || Palas, Lampung Selatan – Melasti merupakan salah satu tradisi sakral bagi Umat Hindu,dan Melasti juga memiliki hubungan yang erat dengan hari raya suci umat Hindu, yaitu Hari Raya Nyepi. Melasti diadakan setahun sekali yang digelar di Desa Bali agung kecamatan Palas Lampung Selatan. Minggu 29/3/2023.

 

Sebelum melaksanakan puncak perayaan Nyepi, tahapan demi tahapan yang dilaksanakan masyarakat umat Hindu Desa Bali agung dengan melaksanakan kegiatan Melasti yang melibatkan seluruh umat yang ada didesa itu sendiri, yang datang ke sumber air desa setempat dengan melaksanakan Melasti agar umat Hindu dapat menyucikan diri secara lahir dan batin.

Baca Juga  Bambang Hartono Kembali Terpilih sebagai Ketua FKWKP Periode 2026–2029

 

Dalam sambutanya Ketut Narke selaku ketua Adat menyampaikan,”

Upacara melasti selalu kita adakan di sumber air seperti tepi danau dan tepi pantai. karena umat Hindu percaya bahwa sumber air ini dianggap sebagai asal tirta amerta atau air kehidupan, yang dapat menghilangkan kotoran dan membersihkan diri,”ucapnya.

 

“upacara Melasti, yang kita laksanakan didesa adat Bali agung merupakan tanggung jawab kita semua sebagai umat Hindu, datang dengan membawa sarana atau perlengkapan sakral dari pura paibon masing-masing seperti arca, pratima, dan pralingga dengan tujuan disucikan,” ucapnya

Baca Juga  Lazismu Lampung Selatan Launching Gerakan Sedekah Sampah Basis Sekolah

 

Setiap masyarakat juga menyiapkan sesajen sesuai kemampuan masing-masing untuk melengkapi upacara. Pada waktu Melasti, masyarakat akan mengikuti upacara yang diawali persembahyangan bersama.

 

Setelah sembahyang, arca, pratima, dan pralingga diusung menuju segara untuk dibersihkan dan disucikan.

 

Proses pembersihan dan penyucian diawali dengan persembahan sesajen, diiringi dengan doa yang dipimpin pemangku dan diikuti seluruh masyarakat dengan kembali melaksanakan persembahyangan bersama. Hal ini bertujuan memohon pembersihan dan penyucian lahir dan batin.

Baca Juga  Hadiri Undangan Pengelolaan Sampah di Jepang, Bupati Egi: Modal Strategis Untuk Dikembangkan di Lamsel

 

Selanjutnya, masyarakat dan semua perlengkapan yang akan dibersihkan diperciki dengan tirta (air suci). Terakhir, segala perlengkapan tersebut akan diusung kembali menuju pura masing-masing.

 

Made

Artikel Lainnya

Peristiwa

Daerah