Sabtu, Februari 7, 2026
spot_img
spot_img
spot_imgspot_img

Top News

Nasional

Kriminal

Tuntut Diberdayakan, Warga Sekitar PT Siantar Top Bekasi Gelar Aksi

spot_img

Reportika.co.id || Kota Bekasi – Aksi demontrasi warga sekitar Bojong Menteng, Rawa Lumbu, Kota Bekasi,

sempat terjadi kericuhan dengan petugas di depan pintu gerbang, aksi tersebut untuk mendesak perusahaan memperhatikan dan memberdayakan kesejahteraan lingkungan sekitar.

 

Aksi yang sempat ricuh antara masa dengan petugas keamanan pabrik di depan pintu itu dikarenakan masa aksi belum di pertemukan pihak manajemen perusahaan, sehingga para aksi ingin masuk ke dalam PT Siantar Top.Selasa (10/09/2024).

Baca Juga  Menteri LH Tegaskan Longsor Cisarua Bandung Barat Jadi Momentum Evaluasi Total Tata Ruang Lanskap

 

Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Bojong Menteng, Irfan mengungkap, bahwa masyarakat Bojong Menteng sudah beberapa kali melayangkan surat untuk melakukan mediasi. Namun, pihak perusahaan tidak mengakomodir masyarakat untuk bertemu pimpinan perusahaan.

 

“Ada beberapa tuntutan yang kami sampaikan, yakni pengelolaan limbah pabrik berpihak kepada warga sekitar, yang kedua yakni membuka lapangan kerja untuk warga Bojong Menteng,” ungkap Irfan.

 

Dalam aksi ini massa menolak keberadaan LPK SIR di PT Siantar Top agar memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada warga Kelurahan Bojong Menteng untuk bekerja di perusahaan tersebut sesuai dengan Perda Kota Bekasi Nomor 18 Tahun 2011 tentang Pelayanan Ketenagakerjaan.

Baca Juga  Antrian Panjang Pengambilan MBG di SD Aren Jaya 18, Orang Tua Keluhkan Keterlambatan dan Kualitas Menu

 

“Kami hanya meminta kepada perusahaan tersebut agar memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada warga untuk bekerja,” tegas dia.

 

Di tempat yang sama Perwakilan PT Siantar Top, Tepu Sitepu, menjelaskan, bahwa pihak perusahaan mengungkap apa yang dituntut para warga ini sudah dipenuhi sepenuhnya. Pihaknya juga membuka pintu selebar-lebarnya kepada masyarakat jika ingin datang namun secara baik-baik.

 

“Kami perusahaan sangat terbuka dengan masyarakat sekitar dan terkait persoalan tenaga kerja juga terbuka bagi masyarakat,” ucap Tepu Sitepu didepan sejumlah awak media.

Baca Juga  Warga RT 08/RW 11 Jakasampurna Keluhkan Minimnya Bantuan dan Lambannya Respons RW Saat Banjir

 

Tepu membeberkan, bahwa perusahaan mengalami kerugian mencapai miliaran rupiah karena berhentinya produksi akibat penyetopan.

 

“Ya sangat-sangat rugi dengan adanya demontrasi yang dilakukan oleh masyarakat kali ini,” tutup dia.

 

Sule

Artikel Lainnya

Peristiwa

Daerah