Reportika.id ll Bojonegoro-Jawa Timur – Proyek pembangunan jalan cor rigid yang berada di Desa Donan, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro, menjadi sorotan masyarakat. Pasalnya, pekerjaan proyek tersebut diduga tidak sesuai dengan spesifikasi teknis yang seharusnya diterapkan di lapangan, Hari Kamis 12 Maret 2026.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, proyek jalan tersebut memiliki lebar sekitar 4 meter dengan panjang kurang lebih 1 kilometer 300 meter.
Namun dalam pelaksanaannya, sejumlah warga menilai terdapat beberapa kejanggalan terkait kualitas pekerjaan. Salah satu yang disoroti adalah penggunaan material beskos yang seharusnya memiliki ketebalan sekitar 15 centimeter. Namun fakta di lapangan, ketebalannya disebut hanya berkisar antara 1 hingga 2 centimeter.
Selain itu, pada bagian setros atau pondasi penyangga, kedalaman yang seharusnya mencapai 1,20 meter diduga hanya dikerjakan sekitar 40 centimeter. Sementara untuk panjang besi setros yang seharusnya mencapai 1,50 meter, di lapangan disebut hanya sekitar 75 centimeter.
Pada pekerjaan cor rigid beton, spesifikasi yang seharusnya diterapkan yakni ketebalan lantai kerja (LC) cor dasar sekitar 5 centimeter dan ketebalan cor utama mencapai 15 centimeter. Namun sejumlah pihak menduga pelaksanaan di lapangan tidak sesuai dengan standar tersebut.
Masyarakat setempat berharap adanya perhatian serta pengawasan dari instansi terkait, baik dari pemerintah kecamatan, Dinas Pekerjaan Umum (PU), maupun Pemerintah Kabupaten Bojonegoro agar proyek pembangunan tersebut dapat diperiksa kembali.
“Menurut saya, ini tidak sesuai spesifikasi, dari sisi ketebalan saja sudah tidak sesuai. Dan selalu masyarakat dan penerima manfaat, ini tentu akan dirugikan dan kualitas nya pun tidak akan bertahan lama,” Jelas narasumber yang minta identitasnya di rahasiakan.
“Intinya pihak pengawas dari pemda harus periksa ke lapangan, jangan hanya Terima laporan. Karena ini jelas ada kejanggalan,” Tutupnya.
Sejumlah warga juga meminta agar pihak pelaksana proyek dari kontraktor yang menangani pekerjaan tersebut dapat memberikan klarifikasi terkait dugaan penyimpangan spesifikasi teknis di lapangan.
“Yang jelas lebih mengarah ke penyimpangan, karena kontraktor yang mengerjakan jalan ini mungkin ingin untung besar,” Jelas warga lainnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kontraktor maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi mengenai pelaksanaan proyek cor rigid jalan di Desa Donan tersebut.
M.amir/Rozi




