Kamis, April 2, 2026
spot_img
spot_img
spot_imgspot_img

Top News

Nasional

Kriminal

Tahun 2026 Jalan Utama Mutiara Raya Cibitung Masih Hancur, Warga Anggap Pemerintah Tak Serius

spot_img

Reportika.id || Kabupaten Bekasi – Tahun telah berganti ke 2026, namun kondisi Jalan Utama Mutiara Raya yang membentang dari Balai Desa Wanajaya, Kecamatan Cibitung, hingga Pasar Rengas, masih memprihatinkan. Jalan vital yang menjadi urat nadi aktivitas warga itu hingga kini tetap rusak parah dan belum tersentuh perbaikan. Kamis (01/10/2026).

 

Pantauan di lapangan menunjukkan, hampir di sepanjang ruas jalan tersebut dipenuhi lubang, aspal terkelupas, serta genangan air saat hujan turun. Kondisi ini tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga membahayakan keselamatan pengguna jalan, baik pengendara roda dua maupun roda empat.

Baca Juga  Polisi Fasilitasi Pemulangan Dua Perantau Asal Medan yang Terlantar di Bekasi

 

Subur, warga setempat sekaligus pengguna jalan, mengungkapkan kekecewaannya terhadap kondisi tersebut. Ia menegaskan bahwa kerusakan Jalan Mutiara Raya bukanlah persoalan baru.

 

“Kerusakan ini bukan baru kemarin. Sudah bertahun-tahun dibiarkan tanpa solusi yang jelas. Setiap tahun hanya tambal sulam, itu pun tidak bertahan lama,” ujar Subur.

 

Menurutnya, Jalan Mutiara Raya memiliki peran strategis sebagai jalur utama pergerakan warga dan roda perekonomian. Jalan ini menghubungkan pusat pemerintahan desa, kawasan permukiman, hingga pasar tradisional yang setiap hari ramai aktivitas jual beli.

 

“Kalau jalannya rusak begini, aktivitas warga jelas terganggu. Pedagang, pembeli, anak sekolah, semuanya terdampak. Seharusnya ini jadi prioritas pemerintah,” tegasnya.

Baca Juga  H+6 Arus Balik Pelabuhan Bakauheni Tercatat Sebanyak 112 Trip

Baca juga:

Insiden Longsor di TPST Bantargebang Seret Tiga Truk ke Sungai, Warga Desak Evaluasi Total Pengelolaan Sampah

 

Ironisnya, meski kerap dikeluhkan warga, hingga kini belum terlihat langkah konkret dari pihak terkait untuk melakukan perbaikan menyeluruh.

 

Warga menilai perhatian pemerintah terhadap kondisi jalan tersebut masih sebatas wacana dan janji tanpa realisasi nyata.

 

“Kami tidak butuh janji atau rencana di atas kertas. Yang kami butuhkan adalah tindakan nyata di lapangan,” tambah Subur.

Baca Juga  Pintu Mobil Pemudik Bermasalah, Polisi di Lampung Selatan Sigap Berikan Bantuan

 

Warga berharap, di awal tahun 2026 ini pemerintah daerah benar-benar menunjukkan komitmennya dalam membenahi infrastruktur dasar, khususnya jalan yang menjadi kebutuhan vital masyarakat.

 

Mereka menilai, pergantian tahun seharusnya membawa perubahan, bukan sekadar mengulang masalah lama yang tak kunjung terselesaikan.

 

“Tahun baru, tapi masalahnya masih sama. Jalan rusak, keluhan sama, solusi tidak ada. Sampai kapan kami harus bersabar?” tutupnya.

 

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pemerintah terkait rencana perbaikan Jalan Utama Mutiara Raya tersebut

 

Sul

Artikel Lainnya

Peristiwa

Daerah