Minggu, Februari 8, 2026
spot_img
spot_img
spot_imgspot_img

Top News

Nasional

Kriminal

Sambil Terapi Penyakit, Pengunjung Padati Wisata Pemandian Air Panas Bom

spot_img

Reportika.co.id || Kalianda, Lampung Selatan – Pemandian air panas bom setiap sore ramai di kunjungi masyarakat untuk mandi air panas untuk terapi pengobatan pegal pegal sakit sendi ataupun stroke dan gatal-gatal.

Pemandian air panas bom setiap hari semakin ramai di kunjungi oleh para pengunjung yang datang sambil melakukan terapi pengobatan, kebanyakan yang mandi di air panas yang letaknya di bibir pantai ini banyak sekali warga melakukan pengobatan secara alami seperti pengobatan asam urat, stroke, pegal-pegal dan gatal-gatal.

Usup (54) warga Desa Babulang, Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan mengatakan, dirinya mandi di air panas ini seminggu 3 kali kadang pagi hari dan kadang pada sore hari, ini dia lakukan untuk pengobatan kakinya yang sering sakit di dalam.

Baca Juga  Larangan Nikah Beda Agama dalam UU Perkawinan Konstitusional
Wisata Air Panas Bom Lampung Selatan



“Dengan mandi di air panas ini dengan secara rutin alhamdulillah sakit yang saya derita berangsur membaik, air panas yang ada di bibir pantai ini sangat baik untuk terapi pengobatan,”Ujarnya.

Dia juga menambahkan, bawah air panas ini bagi pengunjung tidak di pungut biaya mandi, kita hanya membayar parkir hanya Rp.2000 rupiah kalau kita mandi di kolam renang biaya per orang aja sudah mahal.

“Dengan membayar biaya parkir Rp.2000 kita sudah bisa berobat dan terapi untuk kesembuhan penyakit kita.” Tambahnya.

Lekok (43) salah anggota kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Desa Bom Kecamatan Kalianda mengatakan, dengan di bangunnya tanggul penangkis di bibir pantai ini pemandian air panas ini banyak di datangi warga untuk mandi atau berobat

“Kami sebagai pengelola tidak mengambil biaya, kami hanya mengambil biaya parkir, itu pun dananya kami gunakan untuk membangun tangga agar masyarakat yang hendak mandi mudah untuk turun kebawah. Dan sebagian digunakan untuk pembuatan tempat salin bagi yang selesai mandi semuanya hanya kami minta Rp.2000 rupiah,” Tambah Lekok.

Agusnadi

Baca Juga  Peran Mahasiswa KKN Unsika 2026 dalam Pembuatan Kartu Identitas Anak di Desa Segarjaya, Kecamatan Batujaya

Artikel Lainnya

Peristiwa

Daerah