Senin, Februari 9, 2026
spot_img
spot_img
spot_imgspot_img

Top News

Nasional

Kriminal

Presiden LSM LIRA : Perempuan LIRA Harus Jadi Agen Perubahan Isi 30% Kuota Parlemen

spot_img

Reportika.co.id || Jakarta — Presiden LSM LIRA (Lumbung Informasi Rakyat), HM.KRH.Jusuf Rizal meminta kepada Perempuan Lira agar dapat menjadi agen perubahan dengan mengisi kuota 30% di Parlemen, serta meningkatkan kualitas SDM kaum perempuan.

 

Hal tersebut disampaikan pria berdarah Madura-Batak dalam sambutan usia melantik pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Perempuan Lira Periode 2022-2027 di Jakarta, kemarin.Turut hadir Wapres Lira, Imam Bogie dan Evi Maysarah, Dewan Pendiri, Tuti Tukiyati dan Sekjen Adam Irham.

Baca Juga  Polda Metro Jaya Ringkus 4 Pengedar Ganja Spesialis Antar Provinsi

Kepengurusan DPP Perempuan Lira, terpilih sebagai Ketua Umum, Julia Putri Noor, Sekretaris Jenderal, Mella Noviani dan Bendahara Umum, Camelia Petir. Kepengurusan Perempuan Lira banyak diisi ibu-ibu muda mandiri, kreatif, inovatif dan visioner.

 

Lebih jauh menurut Jusuf Rizal dewasa ini peran kaum perempuan sangat strategis. Karena itu Perempuan Lira harus dapat mendorong SDM kaum perempuan lainnya lebih maju dengan memanfaatkan revolusi industri.

 

“Saya juga berharap Perempuan Lira dapat menjadi agen perubahan dengan mengisi kuota 30% perempuan di Parlemen. Dengan demikian kiprah kaum perempuan akan lebih lebar,” tegas Jusuf Rizal yang juga Ketum PW MOI (Perkumpulan Wartawan Media Online Indonesia) itu.

Baca Juga  Pegawai SPPG Diangkat sebagai PPPK, F-PKB MPR RI Ingatkan Guru Honorer dan Tenaga Kesehatan Harus Diperlakukan Sama

 

Pada kesempatan yang sama Pembina Perempuan Lira, Nana Yuliana yang juga Duta Besar Havana merangkap Bahama, Republik Dominika, Haiti dan Jamaika selaku keynote speaker memberikan support agar Perempuan Lira terus maju dan membangun jati diri.

 

Kegiatan juga diisi dengan fashion show karya Perancang anggota perempuan Lira. Ada Seminar Peran Perempuan Dalam Pembangunan Mewujudkan Indonesia Maju dan Berkarakter. Sebagai penutup acara dilanjutkan Rakernas membahas program Perempuan Lira jangka pendek, menengah dan panjang.

Baca Juga  Petitum Kontradiktif, Uji Ambang Batas Usia Calon Kepala Desa Tidak Dapat Diterima

 

Tom/Red

Artikel Lainnya

Peristiwa

Daerah