Sabtu, Februari 7, 2026
spot_img
spot_img
spot_imgspot_img

Top News

Nasional

Kriminal

Potret Dunia Pendidikan di Kabupaten Bekasi, Siswa SDN 02 Sukadaya Belajar Lesehan, Plafon Kelas Hampir Ambruk

spot_img

Reportika.co.id || Bekasi – Puluhan siswa di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Sukadaya 02, yang beralamat Kampung Pengarengan, Desa Sukadaya, Kecamatan Sukawangi Kabupaten Bekasi, kondisinya memprihatinkan, mereka belajar beralaskan lantai, lantaran tidak adanya bangku dan meja.

 

Selain itu, para siswa tersebut juga kerap dihantui rasa takut tertimpa pelafon ruang kelas yang juga kondisinya sudah nyaris ambruk. Kondisi tersebut menurut Fatiya (12) siswi kelas 6 sudah berlangsung hampir 5 tahun terakhir.

 

Ia bersama siswa dan siswi lainnya, terpaksa belajar dalam ketidaknyamanan akibat sarana dan prasarana yang ada di sekolah tersebut rusak dan tidak memadai.

Baca Juga  Peta Wilayah Desa Batujaya: Warisan Data Geospasial KKN UNSIKA 2026 untuk Tata Kelola Desa Batujaya

 

“Sudah 5 tahun, iya gak nyaman takut kalau hujan pada bocor,” ujarnya kepada Reportika, Jumat (19/8/2022).

 

Salah satu orang tua siswa, Mini Mirawati (39) mengungkapkan, dirinya khawatir terhadap kondisi ruang kelas yang nyaris ambruk. Bahkan menurutnya, keluhan tidak nyaman kerap dilontarkan putranya, karena harus belajar secara lesehan.

 

“Saya khawatir gitu ya, inikan pada jebol takutnya pada jatuh, apalagi kalau musim hujan suka bocor. Maunya saya sih ini sekolah ingin cepat dibangun, cepet diurusinlah, supaya kita gak khawatir, biar anak-anak belajarnya nyaman gitu terus bangku-bangku itu ya, kurang,” ungkap Mira.

Baca Juga  Peran Mahasiswa KKN Unsika 2026 dalam Pembuatan Kartu Identitas Anak di Desa Segarjaya, Kecamatan Batujaya

 

Eko Susanto Kepala Sekolah SDN Sukadaya 02, sejak tiga tahun dirinya menjabat sebagai kepala sekolah, kondisi ruang kelas sudah rusak, terutama dibagian plafon serta jendela. Sedangkan, untuk kelas yang tidak ada bangku serta meja, kata Eko, ada dua kelas.

 

“Kalau jumlah siswa ada 350 lebih, tapi memang sarana prasarana belajarnya kurang memadai,” jelas Eko, Jumat (19/8/2022).

 

Eko juga mengaku sudah beberapa kali mengajukan permohonan renovasi ke Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi, namun hingga saat ini belum terealiasi.

Baca Juga  UIN Jakarta Akan Gelar Pra Rakerpim 2026 sebagai Forum Penguatan Kapasitas SDM

 

“Sudah, sudah kita ajukan, tapi memang belum ada realisiasi aja sampai sekarang,” ungkapnya.

 

Dari pantauan, hampir seluruh ruang kelas kondisinya sudah rusak dibagian plafon serta jendela. Ironisnya, di 77 tahun Indonesia merdeka, masih ada siswa yang mengenyam pendidikan dengan kondisi sarana prasana yang masih belum layak.

 

E. K

Artikel Lainnya

Peristiwa

Daerah