Jumat, April 10, 2026
spot_img
spot_img
spot_imgspot_img

Top News

Nasional

Kriminal

Polemik Lelang Bus Transpatriot, LSM SOMASI: Jangan Digiring ke Opini Negatif

spot_img

Reportika.id || Kota Bekasi – Ketua Umum LSM SOMASI, Budi Ariyanto, menilai polemik terkait pelelangan armada Bus Transpatriot oleh PT Mitra Patriot (PTMP) tidak perlu dibesar-besarkan selama seluruh tahapan telah dijalankan sesuai aturan dan mekanisme yang berlaku.

 

Menurut Budi, tudingan dan opini liar yang berkembang di ruang publik justru berpotensi menyesatkan jika tidak disertai data dan pemahaman yang utuh terhadap proses kebijakan tersebut.

 

“Kalau seluruh proses sudah sesuai prosedur, transparan, dan dapat dipertanggung jawabkan, maka di mana sebenarnya letak persoalannya? Kita harus objektif dan berpikir jernih, bukan digiring oleh sentimen atau kebencian yang berlebihan,” ujar Budi, Rabu (14/01/2026).

Baca Juga  KOMNAS Perlindungan Anak Apresiasi Kehadiran Negara melalui PPTUNAS dan Permen Komdigi No. 9 Tahun 2026

 

Ia menegaskan bahwa kritik terhadap kebijakan publik merupakan hal yang sah dan menjadi bagian dari kontrol sosial masyarakat. Namun demikian, kritik seharusnya disampaikan secara proporsional, netral, dan berorientasi pada solusi, bukan dilandasi prasangka maupun kepentingan tertentu.

 

“Saya sepakat kritik itu penting, tapi kritik harus sehat dan membangun. Jangan sampai kritik berubah menjadi tuduhan tanpa dasar yang akhirnya justru merugikan kepentingan publik,” tegasnya.

 

Budi juga menilai kebijakan pelelangan armada Bus Transpatriot dapat dipandang sebagai langkah efisiensi dan upaya penyelamatan keuangan daerah, selama prosesnya dilakukan secara terbuka, akuntabel, serta berpedoman pada peraturan perundang-undangan.

Baca Juga  Fakta Baru sidang Kasus Ijon Bekasi, Perintah Pengondisian Proyek dari Kepala Dinas

 

Sebagai informasi, Bus Trans Bekasi Patriot merupakan layanan transportasi massal perkotaan bersubsidi Pemerintah Kota Bekasi yang terintegrasi. Layanan ini sebelumnya melayani sejumlah rute strategis, seperti dari Summarecon Bekasi hingga Pasar Alam Vida Bantar Gebang, melewati pusat perbelanjaan serta Stasiun LRT Bekasi Barat.

 

Bus tersebut beroperasi pada pukul 05.00 hingga 21.00 WIB dengan sistem pembayaran nontunai melalui kartu elektronik. Namun, dalam beberapa waktu terakhir, operasional layanan ini diketahui telah terhenti, sehingga memicu berbagai spekulasi dan polemik di tengah masyarakat.

Baca Juga  Bangunan Liar Dibongkar, Bantaran Kali di Bekasi Justru Berubah Jadi TPS Liar

 

Sul

Artikel Lainnya

Peristiwa

Daerah