Selasa, Februari 10, 2026
spot_img
spot_img
spot_imgspot_img

Top News

Nasional

Kriminal

Petani Palas Berharap Jembat Penghubung Pertanian Segera di Realisasi

spot_img

Reportika.co.id || Palas, Lampung Selatan – Petani Palas, kecamatan Palas-Sragi ,merasa bersyukur akan di bangunnya jembatan yang digunakan menggeluarkan hasil pertanian di Tahun anggaran 2023. Akan terealisasi. Hal tersebut di sampaikan ketika musrenbangcam di Desa Bali agung kecamatan Palas, Lampung Selatan

 

 

Kepala Desa Palas aji, Herri Susanto mewakili masyarakat mengucapkan,” Rasa terimakasih dan bersyukur atas akan dibangun jembatan Way pisang sebagai akses jalan petani sekitar, yang terletak di Desa Palas aji RT 01 Dusun 01. Selasa ( 21/2/23 )

Baca Juga  SAI RUPA RESMI HADIR DI JUNGLESEA
Hadirkan Pusat Oleh-Oleh Khas Lampung Sebagai Simbol Keberagaman Produk, Budaya, dan Kekuatan Ekonomi Baru di Lampung Selatan

 

 

Pasalnya,” jembatan tersebut merupakan akses jalan menggeluarkan hasil bumi di bidang pertanian, pada musim panen dan juga sebagai jalan kluar masuknya alat combine alat pemanen dan handtraktor sebagai pengolah lahan sawah, yang selama ini petani mencari akses jalan untuk melakukan hal tersebut harus memutar lebih jauh,” ucapnya.

 

 

” Besar harapan saya selaku mewakili seluruh petani, Bapak Bupati dapat segera merealisasikan bantuan jembatan way pisang, dengan harapan dapat menggurangi biaya operasional disaat musim panen dan melancarkan saat dimusim pemupukan padi karna jembatan ini merupakan akses jalan yang terdekat, yang diketahui selama 2 tahun ini akses jalan menggunakan bambu, menjadikan kendala disaat musim panen.

Baca Juga  Plt Kadis TPHBun Lampung Selatan Dinilai Hambat Pendirian KDMP di Sukaraja Palas

 

 

Muslim Akmal yang pekerjaannya sebagai petani didesa tersebut,” membenarkan kalau jembatan tersebut adalah akses satu satunya jembatan untuk menyeberangkan Combine harvester ke areal pesawahan Palas aji dan Palas Pasemah di hulu jembatan klep, selama ini mereka harus mutar terlebih dahulu lewat Desa pematang baru.

 

 

“Dan ketika paska panen raya mengalami kesulitan menurunkan combet, harus keliling lewat pematang baru, ia kalau di sana sudah mulai kuning padi nya , bisa lewat, kalau masih hijau terpaksa kami harus mengeluarkan biayanya numpang lewat, karena terpaksa mengusur padi yang belum wayahnya di panen,” tutup nya.

Baca Juga  Pelaku Pencurian di Kantor Desa Bangun Sari Berhasil Diamankan, Polisi Ungkap Keterlibatan Kasus Lain

 

Made

Artikel Lainnya

Peristiwa

Daerah