Reportika.id || Karawang, Jawa Barat – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Singaperbangsa Karawang (UNSIKA) 2026 resmi menyerahkan instalasi peta wilayah kepada pemerintah Desa Batujaya sebagai puncak program kerja mereka. Program ini menjawab kebutuhan mendesak desa akan data geospasial yang terintegrasi dan mudah diakses oleh publik.
Peta fisik yang dibingkai kayu kokoh ini kini terpasang di kantor desa, berfungsi sebagai pusat informasi visual utama bagi perangkat desa, warga setempat, maupun tamu yang berkunjung. Secara teknis, peta ini didesain menggunakan skala 1:50.000 untuk menjamin presisi jarak dan lokasi yang akurat di lapangan.
Visualisasi peta membagi wilayah ke dalam zonasi warna yang tegas dalam legenda, membedakan area persawahan yang luas, kawasan pemukiman padat penduduk, hingga jalur saluran irigasi yang vital bagi pertanian desa.
Pembagian visual ini memudahkan pengamat untuk memahami struktur tata ruang desa secara instan tanpa perlu keahlian kartografi khusus.Nilai tambah utama dari peta ini terletak pada integrasi foto landmark atau bangunan penting di sisi kiri peta.
Tim KKN menyertakan dokumentasi visual dari fasilitas publik strategis, mulai dari Masjid Besar Nurul Falah, Kantor Kecamatan, Puskesmas Batujaya, hingga enam sekolah dasar negeri (SDN) yang tersebar di wilayah tersebut. Fitur ini membantu warga mengidentifikasi lokasi layanan publik dengan lebih cepat dan meminimalisir kesalahan informasi lokasi.Keberadaan peta ini memiliki fungsi strategis dalam mendukung perencanaan pembangunan desa di masa depan.

Data batas desa dan jaringan jalan utama yang terpampang jelas menjadi acuan valid bagi pemerintah desa dalam memetakan potensi wilayah maupun sengketa lahan.
Transparansi data ini memungkinkan setiap keputusan pembangunan infrastruktur didasarkan pada kondisi geografis riil, sehingga pengelolaan dana desa menjadi lebih tepat sasaran dan efisien.
Penyerahan inventaris ini disahkan melalui tanda tangan Ketua KKN Desa Batujaya 2026, Edrianzah Rahmat, dan Kepala Desa Batujaya, Hilma Octapiani, yang tertera langsung pada lembar peta.
Kolaborasi ini menegaskan komitmen mahasiswa dalam meninggalkan jejak positif yang berkelanjutan. Peta Wilayah Desa Batujaya kini bukan sekadar hiasan dinding, melainkan aset data krusial yang akan terus relevan dalam memandu kemajuan desa selama bertahun-tahun ke depan.
Penulis : RS dan APN




