Minggu, Februari 8, 2026
spot_img
spot_img
spot_imgspot_img

Top News

Nasional

Kriminal

Merasa Terancam oleh Oknum Wartawan, Perawat di Palas Lapor Polisi

spot_img

Reportika.co.id || Palas, Lampung Selatan Merasa terancam dan diteror, Dodi, seorang perawat asal Desa Bandanhurip, Kecamatan Palas, Lampung Selatan, melaporkan oknum wartawan ke Polsek palas Lamsel, Jumat 2/12/2022.

 

Dodi melaporkan oknum wartawan berinisial AT dengan nomor laporan LP/B/1275/XII/2022/SPKT/ Polres Lamsel/Polda Lampung atas dugaan tentang perbuatan tidak menyenangkan.

Dodi mengatakan laporan tersebut bermula ketika AT datang ke rumahnya sekitar pukul 22.30 WIB dan meminta istrinya yang merupakan seorang bidan desa untuk membantu persalinan salah satu warga setempat.

 

Baca Juga  Gandeng IWO, Ponpes Ahmad Dahlan Candipuro Gelar Workshop dan Pelatihan Jurnalistik

“Namun, sebelumnya AT sudah mengirimkan pesan WhatsApp terlebih dahulu ke istri saya yang isinya ancaman karena istri saya tidak bisa membantu persalinan lantaran sedang sakit,” ujarnya, Sabtu, 3 Desember 2022.

 

 

Dodi mengaku, saat oknum wartawan tersebut datang ke rumahnya di tengah malam hari itu, AT datang bersama-sama Ketua RT 011. Sayang, ketika di depan rumahnya justru terjadi cekcok antara ia dan AT

 

“Kami cekcok, karena AT ketika ditanya identitas diri justru mengeluarkan kartu identitas pers seraya marah dan mengancam saya dan istri akan dilaporkan ke polisi. AT enggak bisa menunjukkan kartu identitasnya saat itu,” kata dia.

Baca Juga  Bambang Hartono Kembali Terpilih sebagai Ketua FKWKP Periode 2026–2029

 

Selain itu, kata Dodi, oknum wartawan itu justru memberitakan peristiwa itu bahwa ia dituduh telah menganiaya dan mengancam AT. Padahal, Dodi mengaku ia terjatuh ketika hendak pulang.

 

“Pada waktu itu banyak kok saksi, seperti ketua RT 011, RT 01, warga sekitar, rekan-rekan media lainnya ada juga. Tapi, kok justru kami diberitakan bahwa telah menganiaya AT,” kata dia.

 

Sementara itu, Ketua RT 01, Ahmad Syafe’i mengaku tidak melihat adanya penganiayaan atau pemukulan seperti yang diberitakan media sebelumnya. Saat itu, hanya ada cekcok mulut antara Dodi dan AT.

Baca Juga  Polres Lampung Selatan Ungkap 3 Kasus Narkotika, Sita 118,59 Kg Sabu dan Selamatkan 479.857 Jiwa

 

“Tidak, Tidak ada itu kekerasan, saya dan anak-anak Karang Taruna malam itu mau nyari ikan dan lihat ada ribut-ribut. Saya berusaha untuk melerai tapi AT malah lari karena warga banyak yang curiga dengan dia ini warga mana. Dan dia sempat jatuh karena ada galian,” kata dia.

 

Made

Artikel Lainnya

Peristiwa

Daerah