Penulis : Maura & Dara
Reportika.id || Karawang, 15 Januari 2026 — Mahasiswa KKN Unsika Desa Segarjaya melaksanakan kegiatan sosialisasi pengendalian hama dan pemanfaatan teknologi pertanian modern bekerja sama dengan UPTD Kecamatan Batujaya dan Tanika Agritech.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman para kelompok tani (Poktan) mengenai Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) serta mendorong penggunaan teknologi digital dalam perencanaan masa tanam dan panen.
Sosialisasi berlangsung di Aula Desa Segarjaya dengan dihadiri oleh perangkat desa bersama narasumber dari UPTD Pertanian yaitu, Sepyudi Mulyadi selaku petugas yang memantau, mengidentifikasi, dan mengendalikan hama.

Selain itu, ada pula Rifki Habibi selaku direktur Tanika Agritech. Untuk itu, mahasiswa berperan sebagai fasilitator yang menjembatani pengetahuan teknis dari narasumber dengan kebutuhan praktis petani di lapangan.
“Penggunaan obat-obatan pertanian yang tepat, termasuk prinsip dosis, waktu aplikasi, serta pentingnya penggunaan pestisida secara bijak perlu dilakukan agar tidak merusak lingkungan dan kesehatan tanaman.” Ucap Sepyudi Mulyadi.
Ia menjelaskan berbagai jenis hama tanaman yang kerap menyerang komoditas pertanian, mulai dari hama penggerek, wereng, hingga ulat daun. Hal tersebut direspon baik oleh para kelompok tani sehingga menciptakan ruang diskusi yang interaktif mengenai penanganan hama.
Narasumber memberikan inovasi terkait pencegahan hama dengan memperkenalkan sebuah platform digital bernama Website “Sifortuna” sebagai sarana pendukung pertanian modern.
Website ini dirancang untuk membantu petani dalam memprediksi OPT sekaligus menentukan masa panen yang ideal berdasarkan data dan kategori visual yang mudah dipahami.
Sistem prediksi pada Website Sifortuna dibagi ke dalam tiga kategori warna, yaitu: (1) Hijau, menandakan kondisi lahan dan tanaman cocok untuk masa tanam atau panen. (2) Kuning, menunjukkan kondisi pertimbangan karena adanya potensi serangan hama (OPT) sehingga perlu langkah antisipasi. (3) Merah, menandakan kondisi tidak cocok karena risiko serangan hama atau faktor lain yang tinggi.
Mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan ini juga memberikan pendampingan langsung kepada peserta dalam memahami cara mengakses dan membaca informasi pada website tersebut.
Diharapkan, petani dapat memanfaatkan teknologi ini secara mandiri untuk meningkatkan hasil panen dan meminimalkan kerugian akibat serangan hama.
Rifki Habibi sebagai narasumber terkait penggunaan teklnologi dalam proses pertanian. Ia memperkenalkan drone sebagai alat modern untuk pemupukan dan penyemprotan lahan pertanian terutama untuk lahan yang luas.
“dengan drone pertanian kerja lebih ringan, waktu lebih singkat, dan lahan terkelola lebih akurat” Ujar Rifki Habibi.
Kerja sama yang dilakukan antara mahasiswa dan pihak UPTD Pertanian maupun Tanika Agritech diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi sektor pertanian di Desa Segarjaya, khususnya dalam penerapan pengendalian hama yang tepat serta pemanfaatan teknologi pertanian modern secara berkelanjutan.




