Reportika.id || Kota Bekasi – Peristiwa longsor kembali terjadi di kawasan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, pada Minggu (08/03/2026).
Insiden tersebut menimbulkan korban jiwa serta memicu kekhawatiran terkait kondisi pengelolaan gunungan sampah di lokasi pembuangan terbesar di Indonesia itu.
Hingga saat ini, tiga korban dilaporkan telah ditemukan di area longsoran. Korban terdiri dari dua perempuan dan satu laki-laki. Selain itu, beberapa unit truk pengangkut sampah juga diduga ikut tertimbun material longsor.
Anggota DPRD Kota Bekasi, Sarwin, mengatakan proses evakuasi masih terus dilakukan oleh tim gabungan di lokasi kejadian.
“Sejauh ini baru tiga korban yang ditemukan, dua perempuan dan satu laki-laki. Ada beberapa truk sampah yang ikut tertimbun, dan baru satu truk yang berhasil dievakuasi,” ujar Sarwin saat berada di lokasi.
Ia menambahkan, hingga kini belum dapat dipastikan apakah masih ada korban lain yang tertimbun di bawah tumpukan sampah.
Petugas masih terus melakukan pencarian sambil mengevakuasi material longsoran.
“Kita belum mengetahui pasti berapa jumlah truk yang tertimbun maupun kemungkinan adanya korban lainnya,” katanya.
Sarwin menjelaskan, longsor terjadi di area Zona 4 TPST Bantargebang. Menurutnya, zona tersebut sebelumnya sempat dinyatakan telah ditutup.
“Setahu kami, zona itu sudah pernah ditutup. Bahkan DPRD sempat melakukan penanaman pohon di area tersebut sebagai bagian dari proses penutupan zona,” jelasnya.
Namun kondisi di lapangan saat ini menunjukkan area tersebut kembali digunakan sebagai lokasi penimbunan sampah.
“Kami juga mempertanyakan mengapa zona yang sebelumnya sudah ditutup bisa kembali dibuka,” tambahnya.
Proses pencarian korban dan evakuasi material longsor masih terus dilakukan oleh petugas di lokasi.
Jika Anda mau, saya juga bisa buatkan versi berita yang lebih “tajam” seperti gaya media online (lebih kuat untuk portal berita) atau versi pendek untuk caption Instagram.
Sul




