Sabtu, Februari 7, 2026
spot_img
spot_img
spot_imgspot_img

Top News

Nasional

Kriminal

Konvoi Dump Truk Pengangkut Tanah di Pebayuran, Bahaya Kecelakaan Ancam Pengguna Jalan

spot_img

Reportika.id || Aktivis mobil dump truk pengangkut tanah yang beroperasi di Jl. Kedung Waringin-Pebayuran trus mendapatkan komplain dari warga, dan pengguna jalan.

 

Komplain tersebut bukan tanpa sebab, imbas dari aktivitas truk pengangkut tanah tersebut mengganggu pengguna jalan di wilayah tersebut.

 

Selain debu, potensi kerusakan jalan dan kecelakaan bisa saja terjadi akibat banyaknya lalu lalang dump truk bermuatan berat tersebut.

 

Ramzi, warga Kecamatan Pebayuran menyayangkan sikap Dinas Perhubungan, Kecamatan dan Kepolisian yang seolah tidak melakukan pengaturan jam operasional truk bertonase berat tersebut.

Baca Juga  Plt Bupati Bekasi Diminta Tindaklanjuti Hasil Open Bidding

 

“Tidak ada yang melarang setiap pembangunan di wilayah Kedung Waringin-Pebayuran, namun pihak terkait seperti Dishub, Kecamatan dan Kepolisian, harus melakukan evaluasi jam operasional. Mengingat mobilisasi dump truk sebesar itu dan aktivitas warga, sangat rawan terjadi kecelakaan,” Tutur Ramzi.

Baca juga:

Analisis dan Kajian Pasca OTT KPK di Bekasi, Penunjukan Plt Bupati, PR dan Tantangan Pemerintahan Bekasi kedepan

“Aktivitas warga, pengguna jalan di jam sibuk itu saya perhatian harus berbagi dengan truk besar yang bermuatan berat, ditambah lebar jalan juga tidak seberapa, ini sangat riskan dan rawan,” Jelasnya.

Baca Juga  Pemkab Bekasi Gelar Peringatan Isra Mi’raj 1447 H

 

“Belum lagi anak-anak sekolah yang sekolahnya berasa di pinggir jalan, ini sangat penting untuk diperhatikan,” Tegas Ramzi.

 

“Sudah terjadi banyak kecelakaan akibat mobilisasi truk besar seperti ini di wilayah Babelan, banyak makan korban pengguna jalan, jadi saya minta Dishub, Kecamatan dan Kepolisian khususnya di Polsek Kedung Waringin dan Polsek Pebayuran, agar mengatur jam operasional truk berat tersebut, jangan sampai hal-hal yang diinginkan terjadi,” Pungkasnya.

 

“Intinya, proyek apapun harus taat aturan, dan pemangku kebijakan jangan cuma berpangku n tangan, turun ke lapangan, lihat situasi yang sebenarnya di lapangan seperti apa,” Tutupnya.

Baca Juga  Hujan Deras di Hulu, Kiriman Air Kali Bekasi Sempat Rendam Permukiman Warga

 

Bem

Artikel Lainnya

Peristiwa

Daerah