Jumat, Februari 6, 2026
spot_img
spot_img
spot_imgspot_img

Top News

Nasional

Kriminal

Kepala DLH Kota Bekasi Pastikan Limbah Yang Viral Dengan Angkutan Baktor Adalah Limbah Domestik

spot_img

Reportika.co.id || Kota Bekasi – Dengan adanya viral vidio berdurasi 11 detik yang memperlihatkan tumpukan yang di duga sampah medis dari rumah sakit di buang dekat pemukiman warga berlokasi di RT 002, RW 021, Desa Pusaka Rakyat, Bekasi.

 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi, Yulianto, memastikan bahwa limbah yang diangkut menggunakan baktor (Motor bak roda tiga_red) di wilayah Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, adalah limbah domestik, dan bukan limbah medis seperti yang dikhawatirkan masyarakat.

Baca Juga  Lurah Ciketing Udik Pantau Lokasi Genangan, Dua Folder Air Berhasil Kendalikan Banjir

 

“Memang ada baktor yang bertugas di wilayah Tarumajaya, dan itu merupakan baktor milik petugas harian lepas (PHL) kami. Mereka melayani pengangkutan limbah domestik di Rumah Sakit Citra Harapan dan Pasar Family. Limbah yang diangkut berupa kardus bekas, plastik, dan limbah non-medis lainnya,” kata Yulianto, di Plaza Pemkot Bekasi, Senin (13/01/2025).

 

Ia juga menambahkan bahwa pengangkutan menggunakan baktor dilakukan karena keterbatasan akses di area parkir Rumah Sakit Citra Harapan, yang tidak memungkinkan penggunaan armada lebih besar.

Baca Juga  Menuju Porprov Jabar XV 2026, Bekasi Mantapkan Venue dan Persiapan Atlet

 

Hal ini telah dipastikan melalui pengecekan langsung bersama tim DLH Kota Bekasi, aparat kepolisian, dan pihak rumah sakit.

 

“Semua limbah yang diangkut dipastikan non-medis. Hal ini sudah kami verifikasi dengan kunjungan lapangan bersama Rumah Sakit Citra Harapan, Polsek setempat, dan aparat hukum di Kecamatan Tarumajaya,” jelasnya.

 

Terkait isu yang berkembang di masyarakat, Yulianto menegaskan bahwa limbah tersebut dipilah terlebih dahulu untuk memisahkan limbah yang memiliki nilai ekonomis.

Baca Juga  Hujan Deras di Hulu, Kiriman Air Kali Bekasi Sempat Rendam Permukiman Warga

 

Limbah residu yang tidak bernilai ekonomis kemudian dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

 

“Langkah ini juga sejalan dengan upaya kami mengurangi beban sampah yang masuk ke TPA,” tambahnya.

 

Dengan adanya klarifikasi ini, diharapkan masyarakat mendapatkan informasi yang benar dan tidak terpengaruh oleh berita yang belum tentu valid.

 

Sule

Artikel Lainnya

Peristiwa

Daerah