Jumat, Februari 6, 2026
spot_img
spot_img
spot_imgspot_img

Top News

Nasional

Kriminal

Janji Manis Rumah Subsidi Berujung Petaka, Rumah Warga Villa Lestari Terancam Longsor

spot_img

Reportika.id || Kabupaten Bekasi — Impian memiliki rumah layak huni melalui program rumah subsidi pemerintah justru berubah menjadi mimpi buruk bagi Nuriman, warga Perumahan Villa Lestari, Desa Jayasampurna, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi.

 

Ia mengaku menjadi korban janji manis pengembang PT Arjuna Kesatria Sejati yang hingga kini dinilai tak kunjung menunjukkan tanggung jawab.

 

Nuriman mulai menempati rumah subsidi tersebut sejak tahun 2023. Namun, baru berjalan sekitar tiga tahun, kondisi bangunan dan lingkungan rumahnya sudah memprihatinkan.

Baca Juga  Petitum Kontradiktif, Uji Ambang Batas Usia Calon Kepala Desa Tidak Dapat Diterima

 

Tanah di sisi rumah mengalami amblas cukup parah, bahkan berdampak pada jalan lingkungan yang retak dan terputus.Kondisi tersebut dinilai sangat membahayakan keselamatan penghuni, terutama saat hujan turun dengan intensitas tinggi.

 

“Kalau malam sekeluarga selalu was-was, apalagi kalau hujan terus turun. Tidur tidak pernah nyenyak karena takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Kami khawatir rumah ini bisa longsor,” ujar Nuriman kepada awak media, Selasa (27/01/2026).

 

Ia mengungkapkan, kekhawatiran tersebut semakin besar karena hingga kini belum ada langkah konkret dari pihak developer, PT Arjuna Kesatria Sejati, untuk memperbaiki atau mengamankan kondisi tanah yang longsor. Padahal, keluhan telah disampaikan berulang kali secara resmi.

Baca Juga  Pemkab Bekasi Gelar Peringatan Isra Mi’raj 1447 H

 

“Sebelum tahun baru 2026 kami sudah berkomunikasi dan melayangkan surat ke pihak developer. Tapi jawabannya selalu sama, hanya dijanjikan ‘nanti, nanti’, katanya mau disampaikan ke atasan. Sampai sekarang tidak ada kejelasan,” ungkapnya.

 

Akibat kondisi tersebut, Nuriman dan keluarganya terpaksa hidup dalam ketakutan setiap hari. Ia berharap pihak pengembang segera mengambil tanggung jawab sebelum kondisi semakin parah dan berpotensi menimbulkan korban jiwa.

 

“Harapan saya ada penyelesaian yang jelas. Entah dibuatkan tanggul permanen atau solusi lain. Kalau memang sudah tidak aman, ya direlokasi. Nyawa itu tidak bisa dinilai dengan uang,” tegasnya.

Baca Juga  Pemkab Bekasi Pastikan Relokasi Pasar Tumpah Cikarang Tempuh Pendekatan Persuasif

 

Warga pun berharap pemerintah daerah turun tangan untuk menindaklanjuti persoalan ini, agar hak masyarakat atas hunian yang aman dan layak benar-benar terpenuhi, sesuai dengan tujuan awal program rumah subsidi pemerintah.

 

Liea

Artikel Lainnya

Peristiwa

Daerah