Sabtu, Februari 7, 2026
spot_img
spot_img
spot_imgspot_img

Top News

Nasional

Kriminal

Intoleransi di Kota Bekasi Sudah Masuk Dalam Zona Merah

spot_img

Reportika.co.id || Kota Bekasi – Ketua PCNU Kota Bekasi, Kiyai Ayi Nurdin dalam acara dialog kebangsaan yang digelar, pada Jumat (04/10/2024) malam oleh aktifis Kelompok Cipayung Unisma,di Kota Bekasi.

 

“Peristiwa ASN yang sempat viral harus menjadi pelajaran dan umat muslim harus menghormati hak hak antar umat beragama,” ucap Ketua Tanfidziah NU Kota Bekasi.

 

Selain itu, Kiyai Ayi juga menegaskan bahwa isu intoleransi yang diangkat dalam dialog kebangsaan sangat urgen.

 

“Intoleransi dan radikalisme yang diangkat temen temen mahasiswa sangat, urgensinya adalah demi keutuhan bangsa kita, khususnya di kota Bekasi dalam pemilihan kepala daerah,” imbuh jebolan UIN Sunan Gunung Djati Bandung itu. Sementara itu Ray Rangkuti menjelaskan sikap Intoleran jelang Pilkada justru meningkat.

Baca Juga  Hujan Deras di Hulu, Kiriman Air Kali Bekasi Sempat Rendam Permukiman Warga

 

“Sikap Intoleran tersebut, lebih berbahaya daripada tindakan intoleransi

Sebab tindakan intoleransi bisa dicegah atau ditanggulangi oleh aparat keamanan. Tapi sikap Intoleran itu tidak kasat mata membuat masyarakat terbelah,” ujar Ray Rangkuti.

 

Adapun salah satu upaya agar toleransi yang terjadi jelang Pilkada dapat diselesaikan, kata Ray Rangkuti konflik atau perbedaan di tengah masyarakat majemuk hanya bisa diselesaikan lewat mekanisme demokrasi.

 

“Dan hanya kaum nasionalis yang bisa.menyelesaikan konflik itu,” tukas Ray.

Baca Juga  Banjir Rendam Gang Mawar Margahayu, Walikota Bekasi Tinjau Langsung ke Lokasi

 

Sedangkan Akmal Fahmi tokoh Pemuda Bekasi, mengatakan bahwa masyarakat Kota Bekasi dalam situasi politik jelang Pilkada jangan sampai mau di eksploitasi oleh kepentingan politik praktis demi kepentingan elektoral Kelompok tertentu.

 

“Kaum minoritas harus kembali melihat rekam jejak calon kepala daerah, agar tidak masuk pada masa suram,” ujar Akmal.

 

Persoalan intelorensi di Kota Bekasi, mulai mencuat pada beberapa pekan kebelakang. Dimana ASN Kota Bekasi mempersekusi umat yang akan beribadah.

 

Persoalan intelorensi di Kota Bekasi, mulai mencuat pada beberapa pekan kebelakang. Dimana ASN Kota Bekasi mempersekusi umat yang akan beribadah, ketika Kota Bekasi di pimpinan Pj Walikota Bekasi Gani Muhammad.

Baca Juga  Rumah Warga Terbawa Arus Kali Bekasi, Debit Air Tinggi Gerus Permukiman Teluk Pucung

 

Sedangkan selama kepemimpinan Rahmat Efendi maupun Tri Adhianto, tidak pernah ada aksi intoleransi. Bahkan, pada saat Tri Adhianto memimpin, Kota Bekasi masuk s indeks Kota Toleran secara signifikan naik.

 

”Tahun 2022 berdasarkan penilaian NGO, IKT Kota Bekasi posisi ketiga se-Indonesia, tahun 2023 naik di posisi kedua, dan tahun 2024 ditargetkan menjadi posisi pertama,” ujar Abdul Manan Ketua FKUB Kota Bekasi, beberapa pekan lalu saat berkunjung ke lingkungan rumah ASN yang arogan

 

Sule

Artikel Lainnya

Peristiwa

Daerah