Sabtu, Februari 7, 2026
spot_img
spot_img
spot_imgspot_img

Top News

Nasional

Kriminal

Gerakan Moral Tarumanegara Resmikan Pendekar Rescue dan 1.000 Ketongan Tanggap Bencana di Bekasi

spot_img

Reportika.id || Kota Bekasi – Gerakan Moral Tarumanegara secara resmi menggelar apel sekaligus pembentukan Pendekar Rescue Tanggap Bencana dan peluncuran 1.000 Kentongan sebagai simbol kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana. Kegiatan ini berlangsung di halaman Kantor Kelurahan Jakasampurna, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi, Minggu siang (28/12/2025).

 

 

Acara tersebut mendapat dukungan penuh dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi. Kepala Seksi BPBD Kota Bekasi, Hilham Holid, menyampaikan apresiasi atas terbentuknya relawan Pendekar Rescue yang dinilai akan sangat membantu pemerintah daerah dalam penanganan bencana.

 

 

“Kami mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi para pendekar rescue yang hari ini telah diresmikan. Ke depan, BPBD siap memberikan pelatihan, baik secara teori maupun praktik lapangan, agar para relawan memiliki kemampuan menghadapi kondisi bencana seperti banjir, longsor, dan musibah lainnya,” ujar Hilham.

Baca Juga  Bukan dengan Politik Praktis, Muhammadiyah Rawat Bhineka Tunggal Ika Lewat Gerakan Sosial

Baca juga:

APBD Kabupaten Bekasi 2026 Capai Rp7,7 Triliun, Infrastruktur Tetap Prioritas

 

 

Menurutnya, kehadiran relawan Pendekar Rescue akan meringankan beban BPBD saat terjadi bencana di wilayah Kota Bekasi. BPBD juga membuka ruang seluas-luasnya untuk pelatihan lanjutan sesuai kesiapan para relawan.

 

 

“Kami siap kapan pun untuk melatih, mulai dari dasar hingga simulasi lapangan. Yang terpenting adalah kesiapan dan komitmen para relawan,” tambahnya.

 

 

Terkait kesiapsiagaan bencana, Hilham menjelaskan bahwa BPBD Kota Bekasi telah menyiapkan personel di setiap kecamatan. Selain itu, sejumlah perahu karet juga telah ditempatkan di kelurahan serta RW yang masuk kategori rawan banjir.

Baca Juga  Rumah Warga Terbawa Arus Kali Bekasi, Debit Air Tinggi Gerus Permukiman Teluk Pucung

 

 

“Perahu-perahu tersebut kami titipkan di wilayah rawan bencana agar bisa langsung digunakan saat terjadi banjir, tanpa harus menunggu distribusi dari pusat,” jelasnya.

 

 

Sementara itu, perwakilan Gerakan Moral Tarumanegara Kota Bekasi, Mardani, menegaskan bahwa pembentukan Pendekar Rescue merupakan bentuk nyata kepedulian insan pencak silat terhadap persoalan sosial dan kebencanaan.

 

 

“Kami berterima kasih kepada Pemerintah Kota Bekasi, khususnya BPBD, yang telah mendukung gerakan ini. Kami ingin menegaskan bahwa pendekar silat bukan hanya soal adu fisik atau pukulan, tetapi juga tentang kepedulian dan pengabdian,” ujar Mardani.

 

 

Ia menjelaskan bahwa Pendekar Rescue dibentuk untuk membantu pemerintah dan masyarakat saat terjadi bencana, sekaligus mengajak seluruh perguruan pencak silat di Kota Bekasi agar terlibat aktif dalam kegiatan kemanusiaan.

Baca Juga  Pemuda Wija To Luwu Jakarta Tegaskan Komitmen Perjuangkan Provinsi Luwu Raya

 

 

“Saat ini sudah terbentuk di empat kecamatan. Ke depan, melalui IPSI, setiap perguruan pencak silat di Kota Bekasi diharapkan mengirimkan perwakilan untuk bergabung dalam relawan tanggap bencana Pendekar Rescue,” katanya.

 

 

Mardani menambahkan, gerakan ini lahir dari kesadaran bahwa masyarakat tidak hanya menghadapi krisis moral, tetapi juga krisis sosial yang membutuhkan aksi nyata dan solidaritas bersama.

 

 

“Kami ingin menunjukkan bahwa pendekar bukan hanya jago bertarung, tetapi juga siap turun ke lapangan membantu warga yang terdampak bencana,” pungkasnya.

 

Sul

Artikel Lainnya

Peristiwa

Daerah